Friday, 17 July 2026
BREAKING
POLITIK

Bendung Katulampa Bogor Kering Kerontang, Debit Air Sungai Ciliwung Nol Cm Akibat Kemarau

Oleh Danu Ilham July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat, kini dalam kondisi memprihatinkan. Tinggi muka air di bendungan tersebut dilaporkan menyentuh angka nol sentimeter, menandakan kekeringan ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Fenomena ini terjadi akibat minimnya curah hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Bogor dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi ini berdampak langsung pada debit air Sungai Ciliwung yang melintasi bendungan. Data terbaru menunjukkan bahwa debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa telah menyusut drastis hingga mencapai titik terendah, yaitu nol sentimeter. Kondisi ini menjadi indikator kuat adanya musim kemarau yang berkepanjangan di daerah tersebut.

Petugas Bendung Katulampa, Asep, mengkonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyatakan, “Saat ini tinggi muka air di Bendung Katulampa sudah nol sentimeter.” Asep menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, seiring dengan tidak adanya hujan yang signifikan di daerah hulu.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa normalnya, tinggi muka air di Bendung Katulampa bisa mencapai 150 sentimeter. Angka tersebut merupakan indikator aliran air yang lancar dari hulu menuju hilir. Namun, dengan nol sentimeter, aliran air Sungai Ciliwung praktis terhenti di titik bendungan.

Penyebab utama kekeringan di Bendung Katulampa adalah minimnya curah hujan. Wilayah Bogor, yang merupakan daerah hulu bagi Sungai Ciliwung, tidak menerima pasokan air yang memadai dari hujan. Hal ini menyebabkan sumber-sumber air, termasuk sungai, mengalami penurunan debit yang parah.

Dampak dari kekeringan ini tidak hanya dirasakan di Bendung Katulampa, tetapi juga berpotensi meluas ke daerah hilir yang bergantung pada pasokan air dari Sungai Ciliwung. Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, irigasi pertanian, dan industri bisa terancam jika kondisi ini terus berlanjut.

Pihak pengelola Bendung Katulampa terus memantau situasi debit air. Meskipun demikian, tanpa adanya perubahan signifikan pada pola cuaca dan curah hujan, upaya untuk mengembalikan ketinggian muka air di bendungan tersebut akan sangat bergantung pada datangnya musim penghujan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait