Friday, 17 July 2026
BREAKING
DUNIA

Tiongkok Kecam AS Perketat Visa Jurnalis, Sebut Pelanggaran Hak Asasi

Oleh Heni Maulidya July 17, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kementerian Luar Negeri Tiongkok melayangkan protes keras terhadap keputusan Amerika Serikat yang membatasi masa berlaku visa bagi para pelajar dan jurnalis asing, khususnya yang berasal dari Tiongkok. Langkah AS ini dinilai sebagai bentuk diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (23/5/2024), menyatakan bahwa pengetatan aturan visa tersebut merupakan praktik yang tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat seharusnya membuka diri bagi pertukaran budaya dan akademik, bukan justru membatasi.

Menurut Wang, kebijakan baru AS ini secara spesifik menargetkan jurnalis dari Tiongkok, yang menurutnya merupakan tindakan diskriminatif. Ia menambahkan bahwa langkah ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan dan kebebasan pers yang kerap digaungkan oleh Washington.

“Amerika Serikat telah secara sepihak mengubah aturan visa, secara signifikan memperpendek masa berlaku visa bagi jurnalis dari Tiongkok, dan membatasi mereka yang bekerja di sana,” ujar Wang Wenbin, mengutip pernyataan resmi kementeriannya. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak hanya membatasi ruang gerak para profesional media, tetapi juga menghambat upaya saling pengertian antar kedua negara.

Lebih lanjut, Wang Wenbin menyatakan keprihatinan Tiongkok atas dampak kebijakan ini terhadap para akademisi dan pelajar dari Tiongkok yang ingin menempuh pendidikan atau melakukan penelitian di Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa pembatasan ini akan menghambat pertukaran ilmiah dan budaya yang seharusnya menjadi jembatan bagi kedua bangsa.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk segera memperbaiki kesalahannya dan mencabut kebijakan yang diskriminatif ini,” tegas Wang. Ia menambahkan bahwa Tiongkok akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dari warga negaranya, termasuk para jurnalis dan akademisi, jika AS terus melanjutkan kebijakan tersebut.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa Amerika Serikat telah memperketat periode visa bagi para pelajar dan jurnalis asing, yang berdampak pada jurnalis dari Tiongkok. Perubahan aturan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya pembatasan yang lebih luas terhadap akses informasi dan pertukaran internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait