Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Jaminan Dana Rp32,3 Triliun Siap untuk Mandatori B50, BPDP Sawit Ungkap Kesiapan Likuiditas

Oleh Yohanes July 15, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) memastikan ketersediaan dana untuk mendukung implementasi mandatori B50 sangat memadai.

Lembaga ini menyatakan likuiditas yang dikelola saat ini berada dalam posisi yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Proyeksi kebutuhan anggaran mencapai Rp32,3 triliun untuk menyukseskan program pencampuran minyak sawit dengan bahan bakar nabati sebesar 50 persen ini.

Direktur Utama BPDP Sawit, Eddy Martono, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyediakan dana.

“Kami memiliki posisi likuiditas yang sangat kuat,” ujar Eddy Martono dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin, 27 Mei 2024.

Menurut Eddy, BPDP Sawit telah mempersiapkan strategi pendanaan yang matang.

Hal ini mencakup alokasi anggaran yang terukur dan berkelanjutan.

Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan.

Termasuk subsidi bagi selisih harga antara minyak sawit dan bahan bakar minyak.

Selain itu, dukungan juga diberikan untuk pengembangan infrastruktur pendukung.

Pemerintah terus mendorong program mandatori B50.

Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

Eddy menambahkan, BPDP Sawit berkomitmen penuh terhadap keberhasilan program ini.

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PT Pertamina (Persero).

Kesiapan dana menjadi salah satu kunci utama kelancaran implementasi.

Dengan jaminan likuiditas yang kuat, BPDP Sawit optimis program B50 dapat berjalan sesuai target.

Hal ini akan memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian dan lingkungan.

Peningkatan konsumsi biodiesel dalam negeri juga akan membantu stabilisasi harga minyak sawit.

BPDP Sawit terus berupaya mengelola dana perkebunan sawit secara transparan dan akuntabel.

Tujuannya agar dana tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pelaku industri sawit.

Termasuk petani kelapa sawit di seluruh Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait