Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Diabetes Tipe 2 Sulit Terkendali, Waspada Risiko Hiperkortisolisme dan Penyakit Kardiovaskular

Oleh Rini Widiyarti July 14, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Temuan baru dari studi CAPTAIN-T2D mengungkap fakta mengejutkan. Lebih dari 75% pasien diabetes tipe 2 yang sulit dikontrol menunjukkan kadar kortisol tinggi.

Kondisi ini telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Data awal ini dipresentasikan dalam konferensi ENDO 2026.

Para peneliti menyatakan hasil sementara dari bagian pertama studi ini konsisten dengan temuan dari studi CATALYST.

Dr. John Smith, salah satu peneliti utama, menjelaskan, “Yang terpenting adalah kami melihat konsistensi dalam kejadian ritme kortisol yang disfungsional.”

Ia menambahkan, “Kami juga melihat disfungsi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal pada individu dengan diabetes dan hipertensi.”

Hiperkortisolisme, atau kelebihan hormon kortisol, dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah resistensi insulin yang membuat diabetes tipe 2 semakin sulit dikendalikan.

Hormon stres ini, jika terus-menerus tinggi, dapat berdampak negatif pada metabolisme tubuh.

Kadar kortisol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah.

Hal ini tentu saja memperburuk kondisi pasien diabetes tipe 2 yang sudah memiliki tantangan dalam mengatur kadar gula darah mereka.

Selain itu, efek jangka panjang dari hiperkortisolisme juga mencakup peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Studi CAPTAIN-T2D berfokus pada populasi pasien di Chicago. Penelitian ini melibatkan analisis mendalam terhadap pasien yang pengobatan diabetesnya tidak memberikan hasil optimal.

Tim peneliti mengumpulkan data dari berbagai parameter kesehatan, termasuk pengukuran kadar kortisol.

Hasil yang ditunjukkan cukup signifikan, mengingat mayoritas partisipan menunjukkan anomali pada kadar kortisol mereka.

Konsistensi temuan dengan studi CATALYST memberikan bobot lebih pada kesimpulan awal ini.

Ini mengindikasikan bahwa hubungan antara diabetes tipe 2 yang sulit dikontrol, hiperkortisolisme, dan risiko kardiovaskular bukan fenomena yang terisolasi.

Para ahli medis kini menekankan pentingnya skrining kadar kortisol pada pasien diabetes tipe 2 yang menunjukkan resistensi terhadap pengobatan.

Deteksi dini dan penanganan hiperkortisolisme dapat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi beban penyakit kardiovaskular di masa depan.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme yang menghubungkan kondisi-kondisi ini.

Namun, temuan awal ini memberikan arah baru yang penting dalam manajemen diabetes tipe 2.

Fokus pada regulasi kortisol dapat menjadi strategi terapi tambahan yang efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait