Penyanyi dan mantan personel Cherrybelle, Sarwendah, akhirnya angkat bicara mengenai kisruh rumah tangga yang sedang menjadi sorotan publik bersama mantan suaminya, Ruben Onsu. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui sambungan telepon pada Senin, 1 Juni 2026, Sarwendah menegaskan harapannya agar perselisihan ini dapat diselesaikan secara damai demi kesehatan mental kedua buah hati mereka.
Ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sarwendah menekankan pentingnya kembali pada kesepakatan awal yang telah terjalin. Ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai dampak psikologis yang mungkin dialami anak-anak akibat polemik ini.
“Semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik, sesuai dengan kesepakatan,” ujar Sarwendah saat berkomunikasi dengan tim hukumnya. Prioritas utamanya saat ini adalah melindungi anak-anak dari sorotan negatif yang menyertai isu ini. Ia berharap kedua belah pihak dapat mengesampingkan ego demi masa depan keluarga.
Setelah memberikan pernyataan singkat, Sarwendah pamit untuk kembali melanjutkan rutinitas pekerjaannya. Ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja keras mencari nafkah yang halal. “Terima kasih ya. Maaf saya harus kembali bekerja, mencari duit halal, kalian bisa melihat saya juga lagi live,” tambahnya sebelum mengakhiri percakapan.
Konflik ini mencuat ke publik setelah Ruben Onsu dikabarkan mengambil tindakan tegas terkait hak asuh dan nafkah anak. Beberapa poin utama disebut menjadi pemicu ketegangan komunikasi di antara keduanya. Ruben merasa kesulitan menemui kedua anaknya sesuai jadwal yang telah disepakati, padahal perjanjian awal menyebutkan ia seharusnya memiliki waktu bersama anak minimal tiga kali seminggu.
Ruben juga mengklaim telah berupaya menghubungi Sarwendah dan anak-anak secara langsung, namun upayanya tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Sebagai bentuk protes atas kesulitan akses bertemu anak, Ruben memutuskan untuk menghentikan sementara jatah uang bulanan bagi Sarwendah. Pihak Ruben merasa hak-haknya sebagai ayah tidak terpenuhi sesuai perjanjian.
Situasi ini kemudian memicu pihak Sarwendah, melalui kuasa hukumnya, untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Kasus ini menjadi perhatian banyak orang, terutama karena sebelumnya hubungan keduanya tampak baik-baik saja pasca perceraian. Kini, publik menantikan langkah mediasi selanjutnya agar hak anak-anak dan kesepakatan nafkah dapat kembali berjalan normal.
