Film terbaru ‘Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan’ sukses menyentuh hati penonton dengan kisah emosional perjuangan keluarga menghadapi Alzheimer. Lulu Tobing, yang memerankan tokoh Yuke Yolanda, seorang ibu sekaligus guru yang menderita penyakit ini, berhasil menampilkan akting memukau.
Film yang diproduksi Rapi Films dan disutradarai Kuntz Agus ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada kekuatan ikatan keluarga. Suami Yuke, Aldo (Ibnu Jamil), dan ketiga anak mereka berjuang keras menjaga memori sang ibu agar tidak hilang sepenuhnya.
Perubahan gaya hidup drastis mereka menjadi sistem pendukung utama Yuke, yang menjadi jantung rumah tangga. Kisah ini digambarkan penuh kehangatan sekaligus kepedihan mendalam.
Bagi generasi muda, karakter Kesha yang diperankan Yasmin Napper memberikan perspektif relevan. Mahasiswi jurusan film ini dihadapkan pada dilema antara ambisi pribadi dan kewajiban pulang merawat ibu.
Konflik batin Kesha mencerminkan dinamika keluarga masa kini, menambah kekuatan cerita film yang tayang sejak 13 Mei 2026.
Film ini mengingatkan para pemainnya akan berharganya setiap momen bersama keluarga. Yasmin Napper berbagi kenangan masa kecil yang dirindukan, seperti perjalanan ke sekolah bersama kakak-kakaknya.
Ia mengenang percakapan hangat di mobil, perselisihan kecil antar saudara yang kini terasa manis, serta keinginan kuat merasakan kedekatan emosional dengan keluarga.
Yasmin menilai pertengkaran kecil justru menjadi bumbu hidup dalam hubungan persaudaraan, menciptakan memori berharga yang tak terlupakan.
Senada dengan Yasmin, Lulu Tobing mengungkapkan kebiasaan sederhana yang sangat ia hargai hingga kini: masih suka disuapi ibunya saat makan.
Bagi Lulu, tindakan itu adalah bentuk kasih sayang ibu yang tak tergantikan, sesuatu yang ingin terus ia rasakan selamanya.
Film ‘Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan’ mengajak penonton merenungi arti kenangan. Saat memori terancam hilang, solidaritas keluarga menjadi kunci utama pertahanan.
Pesan film ini menekankan bahwa solidaritas keluarga adalah fondasi menghadapi penyakit degeneratif, dan kenangan adalah pengikat identitas.
Meskipun ada hal yang boleh hilang, eksistensi di hati orang tercinta harus dijaga. Pesan ini diharapkan membuat penonton lebih menghargai orang tua.
Ibnu Jamil menambahkan, peran orang tua di masa senja sering terlupakan. Tujuan akhir peran orang tua adalah memastikan mereka tetap istimewa di hati anak.
Meski ingatan fisik memudar, ikatan batin harus tetap kuat. Kehadiran dan perhatian anak menjadi obat penawar berharga bagi orang tua.
Pemain lain, Shofia Shireen, yang memerankan Kenya, berpendapat momen membekas tidak harus mewah. Ia sering teringat kejadian kecil di malam hari, bercanda dengan saudara dan ibu.
Momen sederhana seperti mengobrol ringan sambil tertawa lepas tanpa beban pekerjaan menjadi kenangan berharga yang akan dirindukan di masa tua.
Bagi Shofia, kesederhanaan dalam kebersamaan memiliki nilai lebih tinggi dari kemewahan materi.
Jordan Omar, pemeran Karlo, mengingatkan betapa berharganya waktu bersama orang terdekat. Kehidupan duniawi hanya sementara, setiap kesempatan menciptakan memori harus dimanfaatkan.
Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan berkumpul bersama keluarga akan berakhir.
Film ‘Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan’ menampilkan akting solid Lulu Tobing, Yasmin Napper, dan Ibnu Jamil. Disutradarai Kuntz Agus dan diproduksi Rapi Films, film ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan mengejar mimpi, keluarga adalah tempat untuk pulang.
Menjaga memori bersama keluarga adalah investasi emosional paling berharga.
