Saturday, 11 July 2026
BREAKING
EKONOMI

B50 Gesit Hemat Devisa Rp177 Triliun, Airlangga Ungkap Potensi Jumbo Energi Nasional

Oleh Yohanes July 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Program mandatori biodiesel 50% atau B50 terus menunjukkan taringnya dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan potensi penghematan devisa negara yang sangat signifikan berkat kebijakan ini.

Menurut Airlangga, implementasi B50 diproyeksikan mampu menekan angka defisit neraca perdagangan. Pihaknya memperkirakan, penghematan devisa yang bisa diraih mencapai Rp177 triliun.

Angka fantastis ini tentu menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Airlangga menjelaskan bahwa penghematan tersebut bersumber dari pengurangan impor minyak mentah dan produk turunannya.

β€œDengan penggunaan B50, kita secara otomatis mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor,” ujar Airlangga dalam sebuah kesempatan.

Ia menambahkan, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sisi fiskal, tetapi juga memberikan dorongan positif bagi sektor energi terbarukan dalam negeri. Produksi minyak sawit untuk keperluan biodiesel pun semakin terakselerasi.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa B50 merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi jejak karbon dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Penerapan B50 yang terus ditingkatkan juga memberikan dampak berantai bagi sektor perkebunan kelapa sawit. Petani sawit diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari peningkatan permintaan produk mereka.

Pemerintah optimis, keberhasilan B50 akan membuka jalan bagi pengembangan program biodiesel yang lebih tinggi di masa mendatang. Ini menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Airlangga juga menyinggung soal bagaimana program ini berkontribusi pada stabilitas harga energi domestik. Pengurangan ketergantungan impor membuat Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak harga minyak dunia.

Dampak ekonomi positif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Program B50 menjadi salah satu pilar penting dalam strategi besar ketahanan energi Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait