Saturday, 11 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Misteri Api di TPA Jatiwaringin Terkuak: BRIN Ungkap Akar Masalah Kebakaran Musiman

Oleh Herfansyah July 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, TPA Jatiwaringin yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami insiden serupa. Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat dan pertanyaan mengenai penyebab berulangnya kebakaran di musim kemarau.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini. Menurut peneliti dari BRIN, kebakaran di TPA bukanlah kejadian yang muncul secara mendadak. Ada faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap rentannya TPA menjadi sumber api.

Kepala Pusat Riset Kimia Maju BRIN, Ahmad Fudholi, menjelaskan bahwa komposisi sampah organik yang tinggi menjadi salah satu pemicu utama. Saat kemarau, sampah organik ini mengalami dekomposisi anaerobik. Proses ini menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).

“Metana ini memiliki potensi mudah terbakar, terutama jika terakumulasi dalam jumlah besar di dalam tumpukan sampah,” ujar Ahmad Fudholi dalam keterangan resmi BRIN.

Selain itu, kondisi cuaca kering dan panas saat musim kemarau memperparah situasi. Suhu tinggi dapat meningkatkan laju dekomposisi sampah. Adanya sumber panas sekunder, seperti percikan api dari aktivitas manusia atau bahkan gesekan antar sampah, dapat dengan mudah memicu pembakaran.

Faktor lain yang turut berperan adalah manajemen pengelolaan TPA yang kurang optimal. Tumpukan sampah yang terlalu tinggi tanpa lapisan penutup yang memadai membuat panas lebih mudah merambat. Kurangnya sistem ventilasi yang baik juga dapat menyebabkan penumpukan gas metana.

BRIN menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik untuk mencegah kebakaran berulang. Upaya seperti pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta penerapan teknologi pengelolaan TPA yang lebih modern dapat mengurangi risiko.

“Idealnya, TPA harus dikelola dengan baik untuk meminimalkan produksi gas metana dan mencegah akumulasi panas,” tambahnya.

Insiden di TPA Jatiwaringin ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pengelola TPA akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran. Edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga juga menjadi kunci pencegahan jangka panjang.

Kebakaran TPA tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar akibat polusi udara. Oleh karena itu, penanganan akar masalah oleh para ahli seperti BRIN menjadi krusial.

Masa depan pengelolaan sampah yang lebih lestari dan aman menjadi harapan banyak pihak. Dengan pemahaman ilmiah yang didapat dari riset BRIN, diharapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif dapat segera diimplementasikan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait