Konsep penentuan jatah bagasi yang kini mulai diadopsi oleh maskapai penerbangan di Indonesia, khususnya terkait ‘piece concept’, membawa angin segar bagi kenyamanan penumpang.
Dulu, jatah bagasi seringkali diukur berdasarkan berat total barang bawaan. Namun, kini banyak maskapai internasional telah mengadopsi dan mengembangkan sistem ‘piece concept’ untuk mempermudah penumpang.
Sistem ini mengubah cara pandang terhadap bagasi. Alih-alih menghitung kilogram, penumpang kini mendapatkan jatah berdasarkan jumlah koper atau tas yang boleh dibawa. Ini membuat perhitungan menjadi lebih sederhana dan dapat diprediksi.
Penerapan ‘piece concept’ ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan penumpang saat melakukan check-in. Mereka bisa lebih leluasa mengatur isi koper tanpa khawatir melebihi batas berat tertentu yang seringkali sulit diperkirakan.
Seorang penumpang pesawat asal Indonesia, Budi Santoso, menyatakan apresiasinya terhadap perubahan ini. “Sekarang lebih mudah menghitung. Saya tahu berapa tas yang bisa saya bawa, jadi bisa mengatur isinya dengan lebih baik,” ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (15/10/2024).
Budi menambahkan, “Dulu seringkali saya harus memindahkan barang dari satu koper ke koper lain agar tidak melebihi batas berat. Dengan konsep ini, kekhawatiran itu berkurang.” Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh penumpang lain, Ani Wijaya.
Ani menjelaskan, “Bagi saya yang sering bepergian untuk urusan bisnis, sistem ini sangat membantu. Saya bisa membawa satu koper besar dan satu tas kabin tanpa pusing soal beratnya. Yang penting ukurannya sesuai ketentuan.”
Pihak maskapai penerbangan domestik pun mulai melirik tren global ini. Sejumlah maskapai besar tengah mengkaji kemungkinan penerapan ‘piece concept’ secara lebih luas. Tujuannya jelas, meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyelaraskan standar layanan dengan praktik internasional.
Manajer Operasional salah satu maskapai nasional, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya kajian ini. “Kami terus memantau perkembangan dan kebutuhan penumpang. ‘Piece concept’ memang salah satu opsi yang sedang kami pertimbangkan untuk memberikan pengalaman terbang yang lebih baik,” ungkapnya.
Perubahan ini merupakan respons terhadap dinamika industri penerbangan global dan meningkatnya ekspektasi penumpang akan kemudahan dan kenyamanan dalam setiap aspek perjalanan udara. Dengan koper sebagai ukuran baru, diharapkan perjalanan udara di Indonesia menjadi lebih menyenangkan bagi semua kalangan.











