Qom, Iran – Ribuan warga Iran memadati jalanan kota suci Qom pada Senin (6/7) malam. Mereka menyambut kedatangan jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kedatangan jenazah ini menyusul prosesi pemakaman besar-besaran yang telah berlangsung di Teheran sejak pagi.
Jenazah Khamenei dibawa dengan truk yang melaju perlahan menuju Lapangan Azadi. Empat anggota keluarganya yang turut menjadi korban serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari juga turut dalam prosesi ini. Rangkaian upacara pemakaman ini akan berlanjut ke kota suci Syiah di Irak, Najaf dan Karbala, pada Rabu (8/7).
Televisi pemerintah Iran melaporkan kedatangan jenazah di Qom. Rekaman helikopter yang membawa jenazah Khamenei mendarat di kota tersebut turut ditayangkan. Sebelumnya, jalan-jalan utama Teheran dipenuhi lautan manusia. Televisi pemerintah bahkan menyebut jutaan orang hadir, menyamakannya dengan pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Namun, hingga hari ketiga rangkaian upacara yang berlangsung selama enam hari, belum terlihat kehadiran putra Khamenei, Mojtaba. Mojtaba belum muncul di publik sejak penunjukannya sebagai pemimpin baru. Para pelayat, mengenakan pakaian serba hitam, menaburkan kelopak bunga. Mereka membawa bendera merah darah, simbol balas dendam dalam tradisi Syiah.
Slogan "Bunuh Trump" dan poster Mojtaba Khamenei juga terlihat di antara kerumunan. Seorang pelayat, Kazemi (63), menyatakan tekad untuk membalas darah para syuhada. Mahasiswi Melika Nourian (22) menegaskan kecintaan rakyat Iran pada Khamenei dan komitmen terhadap sistem Republik Islam.
Selain jenazah Khamenei, truk lain menampilkan foto para pejabat tinggi Iran dan tokoh pro-Teheran yang tewas dalam beberapa tahun terakhir. Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds yang tewas pada 2020, juga turut diabadikan.
Di tengah suhu udara yang mencapai 40 derajat Celsius, truk-truk menyemprotkan air untuk mendinginkan para pelayat. Rute prosesi membentang sekitar 20 kilometer. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa aset terbesar Iran adalah rakyatnya dan persatuan mereka.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani turut hadir. Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, juga tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak ditunjuk menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan udara.
Zolghadr menegaskan bahwa kehadiran jutaan orang dengan slogan pembalasan darah adalah pesan jelas kepada musuh-musuh Iran. Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad juga terlihat hadir, menandai kemunculannya kembali setelah sempat berselisih dengan Khamenei.











