Gugatan Hak Asuh Anak Berujung pada Penurunan Kondisi Ruben Onsu, Sahabat Ungkap Sang Presenter Tertekan

Danu Eko

Kondisi kesehatan Ruben Onsu dikabarkan menurun drastis. Hal ini terjadi di tengah perjuangannya untuk mendapatkan hak asuh kedua buah hatinya dari Sarwendah. Kabar ini mencuat setelah sahabat sekaligus eks manajer Ruben, Nanda Persada, menjenguknya sepulang ibadah umrah.

Nanda Persada mengungkapkan bahwa Ruben terlihat sangat memikirkan banyak hal. "Ruben, aku lihat dia banyak pikiran ya. Banyak pikiran, terlihat stres juga," ujar Nanda. Ia menambahkan bahwa kondisi fisik Ruben pun tampak kurang sehat dan kelelahan.

"Dia juga bilang semalam, ‘Gue capek dengan kayak begini ini. Hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih’," tutur Nanda menirukan ucapan Ruben. Menurutnya, Ruben merasa terpaksa menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah pengasuhan anak ini.

"Pokoknya dari segi mental dan fisik deh. Kayak capek banget begitu Ruben," Nanda menekankan. Ia juga menjelaskan bahwa Ruben terpaksa bersuara di media sosial karena merasa komunikasi dengan Sarwendah tidak berjalan baik. Hal ini juga dilakukannya agar publik mendapatkan penjelasan yang utuh.

Drama hak asuh anak ini menjadi babak baru dalam perseteruan rumah tangga mantan pasangan selebritas ini. Sebelumnya, saat mereka resmi bercerai pada tahun 2024, isu hak asuh anak tidak menjadi pokok permasalahan.

Ruben Onsu mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri pada 30 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah ia merasa haknya sebagai ayah dalam pengasuhan anak tidak terpenuhi. Sebelumnya, kedua belah pihak telah sepakat bahwa Ruben berhak bertemu anak-anaknya selama dua hingga tiga hari setiap pekannya.

Namun, selama berbulan-bulan, Ruben merasa upayanya untuk bertemu anak-anaknya selalu dipersulit oleh Sarwendah. Ketidakpuasan ini memicu Ruben untuk menghentikan nafkah bulanan sebesar Rp 200 juta yang sebelumnya ia berikan untuk anak-anak mereka. Penghentian nafkah ini kemudian menjadi sorotan publik setelah Sarwendah memprotesnya.

Sidang perdana gugatan hak asuh anak ini dijadwalkan akan digelar pada 15 Juli 2026. Poin utama dalam gugatan ini adalah tuntutan Ruben agar dapat memiliki waktu berkualitas secara rutin dengan anak-anaknya, tanpa adanya hambatan.

Selain persoalan waktu pertemuan, gugatan ini juga dilayangkan karena adanya kekhawatiran mendalam dari Ruben. Ia mengkhawatirkan potensi anak-anaknya dimanfaatkan untuk aktivitas komersial di media sosial. Kekhawatiran lain yang mendasar adalah kondisi lingkungan pengasuhan saat ini yang dinilai kurang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All