Pembalap muda sensasional, Pedro Acosta, menyatakan kebanggaannya menjelang kepindahannya ke tim Ducati pada musim 2027. Ia akan berduet dengan legenda MotoGP, Marc Marquez. Acosta melihat kesempatan ini bukan hanya sebagai persaingan sengit, tetapi juga sebagai momen emas untuk belajar dari salah satu pebalap terhebat di era sebelumnya.
Pertarungan sengit antara Acosta dan Marquez di lintasan, seperti yang terlihat di Buriram dan Balaton Park tahun ini, diprediksi akan menjadi tontonan menarik. Namun, bagi Acosta, duet ini adalah peluang tak ternilai. Ia akan belajar dari Marquez, satu-satunya pembalap yang masih tersisa yang pernah menaklukkan era balap kelas utama sebelumnya.
"Merupakan sebuah kehormatan bisa berbagi tim dengan Marc," ujar Pedro Acosta. Ia menambahkan, "Ia berada di penghujung kariernya, sementara saya baru saja memulai di MotoGP. Ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk belajar darinya dan pengalamannya."
Acosta menekankan pentingnya kehadiran Marquez sebagai pembalap yang pernah bersaing ketat dengan para legenda seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo. "Dia adalah representasi terakhir dari era sebelumnya, yang pernah bersaing dengan pebalap-pebalap hebat seperti Dani, Jorge, dan Valentino," jelasnya.
Kehadiran Marquez di grid MotoGP telah memecahkan rekor demi rekor dalam hal gelar juara dan kemenangan balapan. Ia juga menjadi satu-satunya pembalap saat ini yang pernah bersaing, bahkan mengalahkan, Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia.
Acosta sempat memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia setelah meraih kemenangan Sprint perdananya atas Marquez di seri pembuka Buriram. Namun, performanya kemudian menurun ke posisi ketujuh. Hal ini disebabkan oleh serangkaian masalah teknis pada motor KTM-nya. Selain itu, ia juga mengalami masalah karpal terowongan di pergelangan tangan kanannya, yang baru-baru ini telah menjalani operasi.
Meskipun menghadapi tantangan, semangat belajar Acosta terhadap Marquez sangat tinggi. Kolaborasi keduanya di tim pabrikan Ducati diprediksi akan membawa dinamika baru dan persaingan yang semakin memanas di MotoGP. Penggemar balap motor menantikan bagaimana kombinasi talenta muda dan pengalaman matang ini akan beraksi di lintasan.











