London – Keputusan mengenai waktu kick-off pertandingan Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko ternyata menarik perhatian petinggi politik Inggris. Sir Keir Starmer, pemimpin oposisi, dikabarkan turut campur tangan dalam perdebutan jadwal tersebut.
Fifa sempat berencana memajukan waktu pertandingan enam jam lebih awal. Perubahan ini dilakukan menyusul prediksi cuaca buruk, khususnya badai petir. Namun, langkah ini menuai kekhawatiran tersendiri.
Pihak yang paling terdampak adalah ribuan suporter Inggris yang melakukan perjalanan ke Meksiko. Mereka berpotensi terlewat menyaksikan langsung pertandingan krusial tersebut jika jadwal diubah drastis.
Menanggapi potensi masalah ini, Sir Keir Starmer dilaporkan menginstruksikan para pejabatnya untuk menyuarakan keberatan. Dukungan datang dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Mereka berjuang agar pertandingan tetap digelar sesuai jadwal semula. Tujuannya jelas, memastikan para penggemar setia tidak kehilangan momen penting timnas kesayangan mereka.
Tidak hanya itu, Yvette Cooper, tokoh politik lain, juga dilaporkan berkomunikasi dengan Duta Besar Inggris untuk Meksiko. Ia meminta agar diplomat Inggris di sana memberikan advokasi.
Representasi ini ditujukan untuk menentang perubahan jadwal yang diusulkan Fifa. Upaya ini dilakukan untuk melindungi hak dan pengalaman para suporter yang telah berkorban hadir.
Sir Keir Starmer sendiri mengungkapkan bagaimana prosesnya. "Kami harus berjuang dengan FA untuk mengembalikan ke waktu semula, yang mana itu kontra-intuitif," ujarnya saat menghadiri resepsi di Downing Street.
Pernyataan ini mengisyaratkan adanya perdebatan internal mengenai keputusan awal Fifa. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya mempertahankan jadwal demi para penggemar.
Pada akhirnya, Fifa memutuskan untuk tetap berpegang pada jadwal yang telah ditetapkan. Pertandingan antara Inggris dan Meksiko pun direncanakan sesuai waktu semula.
Namun, takdir berkata lain. Meskipun jadwal tidak diubah, kick-off pertandingan akhirnya mengalami penundaan selama satu jam. Penundaan ini disebabkan oleh kondisi cuaca buruk yang terjadi di lapangan.
Kisah intervensi politik ini menambah dimensi menarik di balik gemerlap Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bagaimana keputusan teknis dalam sebuah turnamen olahraga dapat memiliki dampak luas hingga ke ranah politik.
FA sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentar resmi terkait peran Sir Keir Starmer dalam perdebutan jadwal tersebut.











