Cristiano Ronaldo buka suara soal masa depannya di tim nasional Portugal jelang laga krusial Piala Dunia. Di usianya yang menjelang 42 tahun, pemain legendaris ini mengakui performanya tak lagi sama seperti dulu. Pernyataannya ini memicu perdebatan hangat mengenai posisinya di skuad Portugal, terutama menjelang kemungkinan "panggung terakhir" di turnamen akbar ini.
"Saya bukan pemain seperti dulu," ungkap Ronaldo kepada media sebelum Portugal menghadapi Spanyol. Ia menegaskan bahwa Piala Dunia kali ini dipastikan menjadi yang terakhir baginya. Namun, ia bertekad untuk tidak mengakhiri kiprahnya di turnamen tersebut pada laga berikutnya.
Performa Ronaldo di Piala Dunia kali ini memang menuai pro dan kontra. Tiga gol berhasil dicetaknya, namun beberapa penampilannya dinilai kurang efektif. Ia merasa terus diserang oleh media selama 23 tahun terakhir, namun menegaskan bahwa keputusannya untuk pensiun akan datang dari dirinya sendiri, bukan dari desakan pihak lain.
"Anda selalu menanyakan pertanyaan yang sama," ujarnya. Ia menambahkan, "Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tapi mari berharap besok bukanlah pertandingan terakhir saya."
Cristiano Ronaldo, yang akan berusia 42 tahun pada bulan April mendatang, memang diyakini akan segera mengakhiri perannya sebagai kapten dan inspirator utama timnas Portugal yang menjuarai Euro 2016. Pernyataan ini juga diperkuat oleh sang kakak yang menyebut Piala Dunia kali ini sebagai "tarian terakhir" CR7.
Dalam laga sebelumnya melawan Kroasia, Portugal sempat tertinggal. Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan dari titik penalti, gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia. Namun, pelatih Roberto Martinez kemudian memutuskan untuk menggantinya. Meski terlihat tidak senang, keputusan ini terbukti tepat. Penggantinya, Goncalo Ramos, yang dianggap sebagai penerus alami Ronaldo, berhasil membawa Portugal melaju.
Kini, pertanyaan besar muncul: apakah Ronaldo akan kembali menjadi starter saat Portugal berhadapan dengan Spanyol di Texas? Sang megabintang mengaku tidak akan berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk hanya karena memenangkan Piala Dunia. Ia justru berterima kasih atas kritik yang diterimanya, karena menganggapnya sebagai sarana untuk berkembang.
"Apapun yang terjadi besok, Cristiano Ronaldo akan pergi dengan hati yang bersih, bukan 100%, tapi 1.000% karena dalam hidup dan sepak bola saya telah memberikan segalanya," tuturnya penuh keyakinan.
Ronaldo, pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sepak bola internasional dengan 146 gol, telah mentransformasi sepak bola Portugal. Namun, kini muncul desakan agar ia mengambil peran yang lebih kecil di lapangan. Mantan pemain Portugal, Antonio Simoes, berpendapat bahwa Ronaldo bermain untuk menjadi pusat perhatian, bukan untuk kemenangan tim.
Meskipun demikian, Ronaldo tetap menjadi idola. Ia telah mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang diikutinya. Di turnamen kali ini, ia telah melepaskan 15 tembakan, terbanyak di antara rekan setimnya, meski belum menciptakan peluang. Rata-rata sentuhannya di kotak penalti lawan juga menurun drastis.
Namun, para penggemar Portugal masih mengelu-elukan pemain yang telah memberikan begitu banyak kebahagiaan bagi negara itu. Mereka merasa Ronaldo berhak menentukan kapan ia akan pensiun. Pertanyaan apakah Martinez akan menurunkan Ronaldo melawan Spanyol, atau memilih Ramos yang menjadi pahlawan melawan Kroasia, masih menjadi teka-teki besar.











