Pratinjau Taktik Maroko: Paraguay Buktikan Prancis Bisa Diredam

Danu Ilham

Prancis berhasil melaju ke perempat final, namun kemenangan tipis atas Paraguay menyisakan catatan penting. Terutama bagi Maroko, calon lawan berikutnya, yang telah menyaksikan bagaimana tim Matador bisa meredam Les Bleus.

Kemenangan dirayakan meriah oleh skuad Prancis. Kylian Mbappé, sang kapten, segera membingkai narasi pertandingan. Ia menyebut laga tersebut lebih sebagai pertempuran ketimbang pertandingan biasa.

"Kami tahu jenis pertandingan yang akan kami hadapi," ujar Mbappé. "Tetapi kami tahu bagaimana caranya bermain keras."

Pelatih Didier Deschamps memiliki pandangan serupa. "Ini pertandingan sulit, namun bagus untuk menghadapi tim yang tangguh," katanya.

Deschamps menambahkan, "Kami telah mempersiapkan pemain untuk ini. Saya tidak ingin mengkritik Paraguay; setiap tim bermain sesuai keinginannya."

Namun, analisis lebih dalam menunjukkan performa Prancis yang kurang meyakinkan. Mereka baru mencatat tembakan tepat sasaran di menit ke-55.

Satu-satunya gol kemenangan datang dari titik penalti. Mbappé sukses mengeksekusi tendangan tersebut setelah Désiré Doué dilanggar di kotak terlarang.

Prancis mencatat jumlah tembakan tepat sasaran terendah di turnamen ini. Paraguay tampil disiplin dengan lima bek sejajar.

Mereka membatasi ruang gerak Prancis secara efektif. Pemain seperti Ousmane Dembélé dan Bradley Barcola kesulitan menunjukkan performa terbaik.

Kondisi ini tentu menarik perhatian Maroko. Tim Singa Atlas juga dikenal mampu meredam permainan lawan.

Faktor cuaca panas ekstrem di Philadelphia turut mempengaruhi jalannya pertandingan. Suhu mencapai 38 derajat Celsius.

Meski demikian, Prancis akhirnya menemukan solusi dari bangku cadangan. Désiré Doué menjadi pembeda dalam 30 menit terakhir.

Gol penalti Mbappé berawal dari akselerasi Doué yang menusuk ke kotak penalti. Ia memprovokasi pelanggaran yang berujung pada hadiah penalti.

Ini menjadi pengingat bahwa Prancis bisa menang dengan berbagai cara. Baik melalui permainan elegan maupun momen-momen krusial.

Paraguay berhasil meredam Prancis, mirip dengan Cape Verde saat menghadapi Argentina. Ini menunjukkan bahwa tidak ada tim yang tak terkalahkan.

Prancis harus meningkatkan performa mereka saat menghadapi Maroko. Namun, kemenangan ini membuktikan kedalaman skuad mereka.

Mereka mampu memenangkan pertandingan bahkan ketika tidak bermain dalam performa puncak. Solusi bisa datang dari mana saja.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All