Jakarta – Perjalanan Meksiko di Piala Dunia 2026 telah berakhir. Namun, performa gemilang timnas Meksiko sepanjang turnamen berhasil mencuri perhatian dan simpati publik, terutama para netizen. Meski harus mengakui keunggulan Inggris di babak perdelapan final, semangat juang dan permainan atraktif El Tri—julukan timnas Meksiko—meninggalkan kesan mendalam.
Pertandingan melawan Inggris di Stadion Azteca menjadi saksi bisu perjuangan keras Meksiko. Para pemain Meksiko menunjukkan determinasi tinggi, menghadapi timnas Inggris yang diperkuat pemain-pemain dengan nilai transfer fantastis. Serangan demi serangan dilancarkan Meksiko, membuat para pemain Inggris harus bekerja keras.
Kekalahan ini menandai kali ketiga Meksiko takluk di kandang sendiri, Stadion Azteca, sebelum Piala Dunia ini. Sebelumnya, Meksiko hanya pernah kalah dua kali di stadion legendaris tersebut. Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi para penggemar sepak bola Meksiko. Namun, di balik kekecewaan, terselip rasa bangga atas perjuangan tanpa kenal lelah para pemain.
Banyak meme dan cuitan beredar di media sosial sebagai bentuk apresiasi. Para netizen memuji semangat juang timnas Meksiko yang tidak pernah menyerah. Performa mereka dianggap mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inggris, tim yang difavoritkan banyak pihak.
Pelatih Meksiko sendiri mengakui kehebatan timnas Inggris. Ia merasa timnya sudah berjuang maksimal. Meskipun begitu, beberapa momen krusial pertandingan menunjukkan betapa tipisnya perbedaan antara kedua tim. Meksiko nyaris saja menyamakan kedudukan, namun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Thomas Tuchel, pelatih timnas Inggris, menjadi sosok penting di balik kemenangan timnya. Ia tercatat sebagai manajer pertama yang berhasil mengalahkan Meksiko di Stadion Azteca dalam gelaran Piala Dunia. Keberhasilan ini tentu menambah catatan sejarah bagi timnas Inggris.
Dengan tersingkirnya Meksiko dan Kanada, Amerika Serikat kini menjadi satu-satunya wakil tuan rumah Piala Dunia 2026 yang masih bertahan. Perjalanan Meksiko di Piala Dunia 2026 mungkin telah usai, namun mereka telah membuktikan bahwa semangat dan determinasi dapat menginspirasi banyak orang. Perjuangan mereka di lapangan hijau akan selalu dikenang, bahkan mungkin memicu semangat timnas lain di masa mendatang.











