Aliansi Tiongkok-Rusia Tingkatkan Patroli di Pasifik Barat, Jangkau Dekat Perairan Indonesia

Emanuel

Jakarta, – Kerjasama militer antara Tiongkok dan Rusia semakin menguat dengan digelarnya latihan angkatan laut gabungan tahunan bertajuk Joint Sea-2026. Latihan yang berlangsung Juli ini akan dilanjutkan dengan patroli maritim bersama di sejumlah kawasan Samudra Pasifik. Manuver ini menarik perhatian lantaran sebagian wilayah Pasifik Barat berada di dekat Asia Tenggara, termasuk berbatasan dengan jalur maritim Indonesia menuju Laut Filipina dan Samudra Pasifik bagian barat.

"Setelah latihan, beberapa pasukan dari kedua belah pihak akan melakukan patroli maritim gabungan di wilayah Samudra Pasifik yang relevan," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Tiongkok seperti dikutip Channel News Asia (CNA) dari AFP pada Senin, 6 Juli 2026. Beijing menegaskan agenda ini merupakan bagian dari kerja sama rutin. Tujuannya adalah menanggapi tantangan keamanan serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Namun, rincian jumlah kapal perang dan personel yang dikerahkan tidak dipublikasikan.

Latihan ini digelar tak lama setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut, Putin menilai hubungan Moskow-Beijing telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden Tiongkok Xi Jinping menggambarkan kemitraan kedua negara sebagai hubungan yang "tak tergoyahkan". Keduanya menunjukkan sikap sejalan dalam menentang dominasi tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat. Joint Sea pertama kali digelar pada 2012, dan tahun lalu latihan serupa berlangsung di sekitar pelabuhan Vladivostok, Rusia timur, diikuti patroli gabungan di Samudra Pasifik.

Patroli di kawasan Pasifik ini menjadi sorotan karena merupakan jalur strategis yang terhubung langsung dengan Asia Timur, Asia Tenggara, hingga perairan utara Indonesia. Meskipun latihan kali ini dipusatkan di lepas pantai timur Tiongkok, aktivitas patroli di Pasifik Barat relatif dekat dengan kawasan Indo-Pasifik. Ini termasuk jalur pelayaran yang memiliki kepentingan strategis bagi Indonesia.

Di tengah meningkatnya kerja sama militer Tiongkok dan Rusia, posisi Beijing terhadap perang Rusia-Ukraina terus menjadi sorotan. Tiongkok tidak pernah mengecam invasi Rusia sejak 2022 dan menyatakan diri netral, mendorong penyelesaian konflik melalui perundingan damai. Namun, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat menilai Tiongkok memberikan dukungan terhadap upaya perang Moskow, tuduhan yang selalu dibantah Beijing.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All