Serangan Brutal Rusia Guncang Kyiv Lagi: 10 Tewas, Puluhan Luka

Yohanes

Kyiv kembali dilanda gelombang serangan rudal Rusia yang mematikan. Sedikitnya 10 warga tewas dalam serangan kedua yang menghantam ibu kota Ukraina dalam sepekan terakhir.

Kepala administrasi militer Kyiv, Timur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah korban jiwa. Ia juga melaporkan 46 orang mengalami luka-luka, termasuk lima anak-anak. Operasi penyelamatan masih berlangsung intensif.

Lebih dari 20 lokasi menjadi sasaran serangan brutal ini. Tkachenko menyebutkan, bangunan apartemen bertingkat tinggi di dua distrik mengalami kerusakan parah.

Serangan ini terjadi menjelang KTT NATO di Turki. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di sana.

Sebelum serangan terbaru, Zelensky telah memperingatkan adanya persiapan serangan besar kedua dari Moskow. Serangan Kamis lalu menewaskan 30 orang.

Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko menyatakan, rudal balistik Rusia menghantam berbagai bangunan. Api berkobar di beberapa kompleks apartemen.

Gudang dan bengkel garasi juga dilaporkan mengalami kerusakan. Foto-foto yang beredar menunjukkan puing-puing berasap dan mobil hangus di seluruh kota.

Tim penyelamat terlihat bekerja keras mencari korban selamat di antara reruntuhan. Zelensky sebelumnya telah menerima informasi intelijen mengenai gelombang serangan kedua.

Serangan rudal dan drone pada Kamis malam lalu memaksa ribuan warga mengungsi ke stasiun metro. Alarm serangan udara meraung-raung dini hari Jumat.

Ukraina menuding Rusia sengaja menargetkan area sipil. Moskow mengklaim hanya menyerang sasaran militer dan energi.

Tindakan balasan ini disebut sebagai respons atas serangan Ukraina ke fasilitas energi Rusia. Serangan semacam itu juga terjadi semalam di Krimea.

Listrik sempat terputus sementara di Sevastopol. Di tengah situasi genting ini, Zelensky mendesak sekutu NATO.

Ia meminta pasokan rudal jarak jauh segera diberikan. Penundaan pasokan berarti hilangnya nyawa.

Hal ini juga dinilai sebagai dorongan bagi Rusia untuk melanjutkan perang. Zelensky juga memohon lisensi produksi rudal Patriot dari AS.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All