Teheran – Otoritas Iran tak hanya menggelar upacara duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Suasana khidmat pemakaman yang dihadiri delegasi asing pada Minggu (5/6) itu ternyata juga diwarnai pembacaan ayat-ayat Al-Quran khusus. Pembacaan ini menjadi sarana diplomasi unik Iran, menyampaikan pesan tersirat kepada negara-negara yang hadir.
Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan brutal Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Insiden ini memicu balasan dari Iran, bahkan sempat menimbulkan ketegangan pertempuran selama berbulan-bulan.
Pemilihan ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkan saat prosesi pemakaman tersebut diduga kuat memiliki makna simbolis. Ini bertujuan menegaskan arah perjuangan Iran serta memperjelas posisi masing-masing negara di mata Teheran.
Salah satu momen paling mencolok terjadi saat delegasi Arab Saudi memberikan penghormatan terakhir. Ayat 13 dari Surat Al Imran dibacakan, yang berarti: "Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya."
Ayat ini diartikan sebagai pengingat akan kemenangan pasukan Muslim dalam Perang Badar, meskipun jumlah mereka lebih sedikit. Perang Badar sendiri terjadi di wilayah yang kini dikenal sebagai Arab Saudi pada tahun 624 Masehi. Middle East Eye menafsirkan ayat ini sebagai isyarat kemenangan awal Islam dan kenangan peradaban bersama antara Teheran dan Riyadh.
Namun, Iran juga dinilai ingin menegaskan bahwa mereka tidak hanya selamat dari perang, tetapi muncul sebagai kekuatan yang mengendalikan Selat Hormuz. Sementara itu, Arab Saudi diketahui bersekutu dengan AS dan dilaporkan turut menyerang Iran. Sebagian kalangan juga menafsirkan ayat ini sebagai penegasan kemenangan Iran atas AS dan Israel.
Pesan diplomasi melalui ayat suci ini menunjukkan strategi Iran dalam menyampaikan narasi dan posisinya kepada komunitas internasional, bahkan di tengah suasana duka.











