Kyiv – Gempuran rudal dan drone Rusia kembali menghantam jantung kota Kyiv, Ukraina, pada Senin dini hari, 6 Juli 2024. Serangan mematikan ini menewaskan tiga warga sipil dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah blok apartemen serta bangunan lainnya. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan persiapan KTT Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) yang akan segera digelar.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi warga dari bangunan yang terdampak serangan semalam. Upaya evakuasi dilakukan di tengah puing-puing dan reruntuhan yang berserakan.
Sebelumnya, Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, melaporkan bahwa setidaknya tujuh orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Ia merinci bahwa empat gedung apartemen di Distrik Podilskyi, sebuah kawasan bersejarah di Kyiv, menjadi sasaran utama.
Melalui unggahan di Telegram, Tkachenko menambahkan bahwa petugas penyelamat berhasil mengevakuasi 15 penghuni dari sebuah gedung permukiman di Distrik Podilskyi yang mengalami keruntuhan sebagian. "Tiga perempuan dan enam anak berhasil dievakuasi dari lantai atas," tulisnya.
Tkachenko juga menyebutkan bahwa tiga gedung apartemen di Distrik Darnytskyi, wilayah timur Kyiv, turut menjadi target. Wilayah ini sebelumnya juga menjadi lokasi serangan hebat Rusia pekan lalu, yang menewaskan sedikitnya 30 orang akibat ratusan drone dan puluhan rudal.
Saksi mata di lapangan melaporkan terdengar serangkaian ledakan kuat di dalam dan sekitar ibu kota. Sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan aktif berupaya mencegat drone-drone Rusia.
Foto-foto yang beredar di kanal Telegram tidak resmi menunjukkan beberapa gedung apartemen bertingkat tinggi dan sebuah bangunan komersial dilalap api. Gambar lain memperlihatkan kerusakan parah di bagian dalam bangunan-bangunan tersebut.
Asap tebal dilaporkan menyelimuti kota, membuat warga diminta untuk menutup jendela rumah mereka. Banyak warga memilih berlindung di stasiun metro dan area parkir bawah tanah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada warganya mengenai ancaman serangan Rusia yang semakin meningkat. Situasi ini menambah ketegangan menjelang pertemuan penting para pemimpin NATO.











