Geger FIFA Cabut Kartu Merah Balogun, Trump Turut Bersorak

Heni Maulidya

Jakarta – Keputusan mengejutkan dari FIFA terkait kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menuai sorotan. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan turut merayakan keputusan tersebut. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FIFA.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan besar!" tulis Trump pada Minggu (5/7), mengomentari pencabutan sanksi Balogun. Unggahan Trump ini seolah mengindikasikan adanya apresiasi dari kalangan politik AS terhadap langkah FIFA.

Keputusan ini terjadi menjelang babak 32 besar Piala Dunia 2026. Balogun sebelumnya diganjar kartu merah pada menit ke-64 dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina. Insiden tersebut terjadi akibat perselisihan dengan bek Bosnia, Tarek Muharemovic. Kartu merah ini sejatinya berpotensi merugikan tim AS, terutama saat mereka akan menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Namun, hanya dua hari sebelum pertandingan krusial melawan Belgia, FIFA secara tak terduga mencabut hukuman tersebut. Folarin Balogun kini dinyatakan memenuhi syarat untuk bermain. FIFA merujuk pada Pasal 27 FDC dalam pernyataannya, yang menyatakan penangguhan otomatis skorsing pertandingan untuk Balogun selama masa percobaan satu tahun.

Pencabutan kartu merah ini menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan adanya intervensi dari Gedung Putih. Laporan dari ABC mengindikasikan bahwa pihak Gedung Putih sempat menghubungi FIFA setelah kemenangan AS atas Bosnia. Permintaan tersebut diduga agar Presiden FIFA, Gianni Infantino, meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun.

Federasi Sepak Bola AS (US Soccer) kemudian mengonfirmasi ketersediaan Balogun untuk pertandingan melawan Belgia pada Selasa (7/7) pagi waktu Indonesia. "Kami menerima keputusan Komite Disiplin dan senang bahwa Folarin Balogun memenuhi syarat untuk bertanding besok," ujar pernyataan resmi federasi.

"Perhatian penuh kami terfokus pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia di Seattle, dan kami berharap dukungan berkelanjutan dari para penggemar kami yang luar biasa," tambah pernyataan tersebut. Kasus ini menarik perhatian lebih karena melibatkan figur politik berpengaruh seperti Donald Trump, yang tampaknya ikut memantau jalannya turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

Keputusan FIFA yang mendadak ini menjadi sorotan tersendiri di tengah euforia Piala Dunia 2026. Bagaimana FIFA menanggapi potensi intervensi politik dalam keputusan wasit dan komite disiplin akan terus menjadi perdebatan menarik. Bagi tim AS, kabar baik ini tentu menjadi suntikan moral jelang laga penting menghadapi Belgia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All