Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menggelar rapat tingkat tinggi. Pertemuan ini membahas rencana penarikan posisi pasukan Israel dari Lebanon Selatan. Rapat ini dihadiri pejabat militer dan keamanan senior.
Menurut laporan media lokal Israel, Channel 13, pertemuan tersebut berfokus pada identifikasi area awal. Area ini akan menjadi tahap awal penarikan pasukan. Mekanisme penerapan langkah ini juga dibahas. Koordinasi dengan pihak internasional menjadi fokus utama. Amerika Serikat disebut sebagai mitra kunci dalam koordinasi ini.
Informasi ini dikonfirmasi oleh sumber yang familiar dengan isu tersebut. Anadolu Agency melaporkan pada Senin (6/7) mengenai perkembangan ini. Sebelumnya, media Israel lain, KAN, juga memberitakan hal serupa. Perwira militer Israel dan Lebanon dikabarkan telah memulai pembicaraan. Pembicaraan ini dimediasi oleh Amerika Serikat.
Fokus utama pembicaraan adalah menetapkan kriteria "zona bebas Hizbullah". Gagasan ini muncul jelang uji coba penarikan Israel. Penarikan akan dimulai dari dua desa di Lebanon selatan. Kesepakatan kerangka kerja telah diteken antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan ini memuat persetujuan penarikan bertahap.
Wilayah yang ditarik akan menjadi tanggung jawab Angkatan Bersenjata Lebanon. Namun, belum ada jadwal pasti untuk penarikan penuh pasukan Israel. Rapat Netanyahu bersama pejabat pertahanan ini terjadi di tengah negosiasi lanjutan. Kedua negara terus membahas pengaturan di lapangan.
Situasi ini muncul pasca serangan Israel ke Lebanon. Serangan terjadi pada awal Maret lalu. Meskipun gencatan senjata telah berlaku. Operasi militer tersebut menyebabkan lebih dari 4.000 korban tewas. Banyak warga lainnya mengalami luka-luka.
Lebanon terseret konflik setelah milisi Hizbullah menyerang Israel. Serangan tersebut merupakan balasan. Balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat. Serangan brutal itu terjadi pada akhir Februari lalu. Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran strategi Israel. Rapat darurat ini mengindikasikan upaya meredakan ketegangan.











