Jakarta – Insiden keamanan maritim kembali terjadi di lepas pantai Yaman. Sebuah kapal kargo dilaporkan diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal pada Minggu (5/7). Kejadian ini memicu kekhawatiran akan eskalasi ketegangan di jalur pelayaran strategis Laut Merah.
Menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar 30 mil laut atau 55 kilometer barat daya Pelabuhan Al Hudaydah. Lokasi tersebut berada di perairan Yaman yang krusial bagi lalu lintas perdagangan internasional.
"Sebuah kapal kargo mengirimkan sinyal darurat yang menyatakan mereka sedang diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal," demikian rilis UKMTO melalui platform X. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.
Penyebab pasti serangan dan identitas pelaku masih misterius. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Para analis sedang mengamati apakah peristiwa ini memiliki kaitan dengan dinamika geopolitik regional, terutama konflik yang melibatkan Iran.
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang relatif rentan antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara sempat menjalin gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman untuk bernegosiasi mengakhiri konflik. Namun, hubungan keduanya sempat memanas pasca serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Kekhawatiran juga meningkat mengingat ancaman Iran sebelumnya untuk menutup Selat Bab Al Mandab. Selat ini merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, diapit oleh Yaman, Djibouti, dan Eritrea. Penutupan selat tersebut dapat berakibat fatal bagi rantai pasok global.
Kondisi Yaman sendiri masih bergejolak akibat perang sipil berkepanjangan. Sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk ibu kotanya, dikuasai oleh milisi Houthi. Milisi ini diketahui merupakan sekutu Iran dan menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah Yaman.
Sebelumnya, kelompok Houthi juga pernah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah mereka. Peristiwa terbaru ini menambah daftar panjang insiden keamanan yang mengancam pelayaran di kawasan yang sudah tidak stabil. Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi di Yaman dan dampaknya terhadap keamanan maritim global.











