Kedutaan Besar Iran di Armenia melontarkan balasan menohok atas pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sebelumnya mengancam akan "melenyapkan semua orang" jika menghadiri prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam unggahan di media sosial X, Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa tindakan fisik tidak akan pernah mampu mematikan sebuah cita-cita. "Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan," tulis mereka pada Minggu (5/7). Mereka melanjutkan, Trump justru akan menyebarkan cita-cita Khamenei seperti aroma parfum yang tak terhindarkan. "Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan," sindir mereka.
Ancaman Trump ini muncul dalam sebuah wawancara dengan media Axios. Ia menyatakan kekagetannya melihat warga Iran menangisi Khamenei, seolah mengira mereka membenci sang pemimpin. Trump bahkan menyarankan bahwa satu tembakan saja bisa melenyapkan seluruh pelayat, namun ia memilih tidak melakukannya karena alasan negosiasi. Pernyataan ini merujuk pada kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara yang diduga melibatkan Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu.
Prosesi pemakaman Khamenei rencananya akan digelar di Kota Mashhad pada 9 Juli mendatang. Sebelumnya, Iran telah menyelenggarakan upacara penghormatan terakhir di Teheran pada Sabtu (4/7) dan akan dilanjutkan di Kota Qom pada 7 Juli. Pemerintah Iran memprediksi jutaan pelayat akan tumpah ruah di jalanan selama enam hari. Hal ini diperkirakan akan menjadikan pemakaman ini sebagai salah satu peristiwa dunia yang paling banyak mendapat sorotan.
Seluruh penjuru Iran kini dihiasi poster dan papan reklame raksasa bergambar mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Momen duka ini menjadi ajang bagi rakyat Iran untuk menunjukkan penghormatan terakhir mereka kepada sosok pemimpin yang telah berpulang. Pernyataan Trump yang dinilai merendahkan dan mengancam menjadi tamparan keras bagi Iran, yang membalasnya dengan teguh mempertahankan nilai-nilai perjuangan dan peradaban mereka. Dunia kini menanti bagaimana dinamika politik antara kedua negara akan berkembang pasca insiden ini.











