Piala Dunia 2026: Benua Afrika Raih Poin Positif, Namun Masih Ada PR Besar

Danu Ilham

Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang menarik bagi sepak bola Afrika. Perdebatan lama mengenai jatah tiket ke Piala Dunia akhirnya membuahkan hasil manis. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) berhasil mendapatkan sembilan tiket otomatis. Ada pula potensi tambahan satu tiket melalui babak playoff antarbenua. Republik Demokratik Kongo berhasil mengamankan tiket tersebut.

Namun, gelaran ini memunculkan dua pandangan. Sebagian melihatnya sebagai keberhasilan besar. Sebagian lainnya menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ini seperti teka-teki gambar yang bisa dilihat berbeda-beda. Apakah Piala Dunia ini sukses atau justru mengungkap masalah sepak bola Afrika? Jawabannya tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Tahun-tahun sebelumnya, CAF terus berargumen bahwa lima tiket tidak cukup. Bandingkan dengan Amerika Selatan yang 50% anggotanya tampil di Piala Dunia. Sementara itu, hanya 9% dari 54 negara Afrika yang mendapat kesempatan. Alasan penolakan biasanya merujuk pada minimnya prestasi. Negara-negara Amerika Selatan telah meraih 10 gelar Piala Dunia.

Afrika baru merasakan semifinalis Piala Dunia pertamanya pada edisi 2022 di Qatar. Maroko mencetak sejarah dengan menembus empat besar. Mendapatkan keseimbangan antara representasi dan kualitas memang sulit. Meski turnamen 48 tim punya kekurangan, penambahan slot Afrika adalah langkah positif.

Kekhawatiran sempat menghantui. Bagaimana jika banyak wakil Afrika tersandung di fase grup? Jika kurang dari lima tim lolos ke babak 32 besar, argumen CAF bisa berbalik. Mereka bisa dianggap mendapat jatah terlalu banyak. Namun, kenyataannya sembilan tim Afrika berhasil melaju. Ini membuktikan klaim CAF tentang kebutuhan representasi yang lebih besar.

Dibandingkan UEFA dan CONMEBOL, Afrika menunjukkan performa apik. Masing-masing federasi ini mengirimkan 13 dan 5 tim ke babak 32 besar. Asia dan zona CONCACAF justru tampil mengecewakan. Hanya Jepang dan Australia dari AFC, serta tiga tim tuan rumah dari CONCACAF yang lolos.

Dalam konteks ini, Piala Dunia 2026 bisa dibilang sukses bagi Afrika. Meskipun Tunisia menampilkan salah satu performa terburuk sepanjang sejarah. Mereka memecahkan rekor Meksiko dengan 256 menit tertinggal di tiga laga.

Mayoritas tim Afrika lolos dari grup. Ini adalah kemajuan signifikan. Target berikutnya adalah tiga tim Afrika menembus 16 besar. Maroko dan Senegal berhasil mencapai target ini di Qatar. Di Rusia, tidak ada tim Afrika yang melaju sejauh itu. Di Brasil, Aljazair dan Nigeria lolos.

Tahun ini, dua tim Afrika melaju ke babak gugur. Namun, kekalahan tipis mewarnai langkah mereka. Aljazair takluk dari Swiss, meski Ibrahim Maza menunjukkan kualitasnya. Gol-gol konyol di fase grup merugikan Aljazair. Tim lain juga kalah dengan selisih satu gol.

Tentu saja, ada peluang yang terbuang. Senegal merasa kesempatan mereka hilang. Meski kontroversial, penalti di babak tambahan melawan Belgia meruntuhkan harapan. Mereka sempat unggul 2-0 sebelum empat menit akhir. Pantai Gading juga menyia-nyiakan momentum saat menyamakan kedudukan melawan Norwegia.

Republik Demokratik Kongo sempat memimpin atas Inggris. Namun, kelelahan membuat mereka menyerah di 15 menit terakhir. Selain itu, beberapa tim tidak mampu memanfaatkan keunggulan di fase grup. Pantai Gading sempat memimpin Jerman, Maroko atas Brasil, dan Senegal nyaman di babak pertama melawan Prancis. Namun, tak satu pun yang menang.

Kurangnya pengalaman menghadapi tim unggulan mungkin menjadi penyebabnya. Atau bisa jadi karena kedalaman skuad yang kurang. Kelelahan juga menjadi faktor bagi Kongo. Mungkin ini kombinasi dari beberapa alasan.

Maroko berpotensi menjadi kekuatan Afrika yang konsisten. Namun, piramida sepak bola Afrika terlihat semakin lebar, namun tidak semakin tinggi. Banyak tim mampu lolos ke 32 besar, namun sedikit yang layak masuk 16 besar. Untuk mengubah ini, tim seperti Senegal dan Pantai Gading perlu memanfaatkan peluang. Mereka harus belajar memenangkan pertandingan krusial melawan tim-tim besar.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All