Bikin Miris! Lampu LED Jadi Penyebab Utama Kunang-Kunang Menghilang dari Bumi

Emanuel

Fenomena hilangnya kunang-kunang dari lingkungan sekitar kini semakin menjadi sorotan. Keberadaan serangga bercahaya yang dulu kerap menghiasi malam, kini semakin langka. Ahli dari IPB University mengungkap fakta mengejutkan di balik menghilangnya spesies bioindikator ini.

Menurut Kesumawati Hadi, Dosen dan Peneliti Entomologi di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, kunang-kunang memegang peranan penting sebagai penanda kesehatan ekosistem. "Kunang-kunang merupakan bioindikator. Keberadaan atau ketiadaannya mencerminkan kondisi lingkungan," ujar Kesumawati, mengutip laman resmi IPB University, Sabtu (4/7/2026).

Ketika kualitas lingkungan menurun, populasi kunang-kunang akan menyusut drastis. Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan masalah global. Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan 11-20% spesies kunang-kunang dunia terancam punah. Beberapa spesies di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand bahkan sudah berstatus rentan.

Penyebab utama menyusutnya populasi kunang-kunang adalah kerusakan habitat. Perubahan fungsi lahan hijau, rawa, dan persawahan menjadi area permukiman atau industri merampas ruang hidup serangga ini.

Namun, ada faktor lain yang tak kalah krusial: polusi cahaya. Lampu LED yang terlalu terang mengganggu proses reproduksi kunang-kunang. Cahaya buatan membuat pejantan kesulitan mendeteksi sinyal cahaya betina, mengacaukan perkawinan.

Penggunaan insektisida kimia juga berkontribusi pada penurunan populasi. Perubahan iklim yang memicu kekeringan, semenisasi saluran irigasi, dan urbanisasi yang mengubah bentang alam turut memperparah kondisi.

Meskipun demikian, kunang-kunang masih bisa ditemukan di area yang lingkungannya terjaga. Contohnya di kawasan mangrove, rawa, tepi sungai alami, sawah tradisional, perkebunan organik, serta lantai hutan tropis yang lembap dan minim polusi cahaya.

Jika tren ini berlanjut, generasi mendatang mungkin hanya mengenal kunang-kunang dari buku atau museum. Upaya pelestarian dapat dimulai dari hal sederhana. Hindari menutup seluruh halaman rumah dengan semen. Kurangi penggunaan lampu luar ruangan yang terlalu terang. Gunakan pupuk organik dan jaga kebersihan sungai serta saluran air. Langkah-langkah ini penting demi menjaga kelangsungan hidup kunang-kunang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All