Ini 2 Frasa yang Sering Diucapkan Orang Kurang Percaya Diri, Apa Saja?

Heni Maulidya

Minggu, 5 Juli 2026 | 06.46 WIB

Kepercayaan diri seringkali bukan hanya soal penampilan atau status. Cara kita berkomunikasi pun bisa menjadi cerminan utama. Dalam ilmu psikologi, pilihan kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dapat mengungkap banyak hal tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.

Orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah cenderung menggunakan frasa-frasa tertentu. Penggunaan ini bisa menjadi mekanisme pertahanan diri. Tujuannya bisa untuk mencari pengakuan atau menghindari penolakan dari orang lain.

Tentu saja, sekali atau dua kali mengucapkan frasa-frasa ini tidak lantas menandakan seseorang tidak percaya diri. Konteks, budaya, dan situasi sangat berperan. Namun, jika frasa ini muncul berulang kali dalam berbagai obrolan, ini bisa menjadi indikator adanya keraguan diri.

Berdasarkan temuan psikologi komunikasi dan perilaku, ada beberapa frasa yang sering dikaitkan dengan rendahnya rasa percaya diri. Artikel ini mengulas dua di antaranya, yang dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/7).

Frasa pertama yang patut diwaspadai adalah, "Maaf kalau pertanyaan saya bodoh." Meminta maaf sebelum mengajukan pertanyaan memang bisa terdengar sopan. Namun, jika ini menjadi kebiasaan, ini menunjukkan penilaian negatif terhadap diri sendiri.

Psikologi menyebut ini sebagai "negative self-talk". Orang tersebut merasa ide atau pertanyaannya tidak berharga. Padahal, bertanya adalah bagian penting dari proses belajar. Orang yang percaya diri lebih nyaman mengakui ketidaktahuannya tanpa merendahkan diri.

Selanjutnya, frasa "Saya mungkin salah, tapi…" juga perlu diperhatikan. Meskipun terdengar sebagai ungkapan kerendahan hati, jika diucapkan terlalu sering, ini bisa mengindikasikan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Penggunaan frasa ini dapat membatasi pandangan orang lain terhadap kemampuan yang sebenarnya dimiliki.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All