Bhinneka Run 2026 Sukses Gelar Ajang Inklusif, Menpora Erick Thohir Puji Semangat Persatuan

Heni Maulidya

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Bhinneka Run 2026. Acara lari yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu, 5 Juli 2026, ini berhasil mengumpulkan sekitar 2.500 peserta.

Keunikan ajang ini terletak pada partisipasi aktif para pelari disabilitas. Mereka turut meramaikan tiga kategori lomba yang disediakan, yaitu 3K, 5K, dan 10K. Erick Thohir menilai Bhinneka Run 2026 sebagai contoh nyata olahraga yang inklusif.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, acara ini dinilai mampu memperkuat semangat persatuan bangsa. Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), menyambut antusias pelaksanaan Bhinneka Run 2026.

"Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," ujar Erick Thohir dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menambahkan, rute yang dipilih dalam Bhinneka Run 2026 menawarkan pengalaman berlari yang berbeda. Peserta diajak menyusuri kekayaan budaya Indonesia dengan melintasi replika rumah adat dan berbagai ikon budaya dari seluruh provinsi yang tersebar di kawasan TMII.

Menpora menekankan bahwa penyelenggaraan olahraga yang bersifat inklusif merupakan wujud komitmen pemerintah. Komitmen ini ditujukan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah mendorong gaya hidup sehat secara merata.

"Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi," tegasnya.

Menurut Erick Thohir, keterlibatan pelari disabilitas dalam ajang seperti Bhinneka Run 2026 membuktikan satu hal penting. Olahraga sejatinya adalah milik semua orang. Tidak ada batasan atau pengecualian bagi siapa pun untuk menikmati manfaat dan kegembiraan berolahraga.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan keberagaman dan semangat kebersamaan. Partisipasi berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi perekat bangsa yang efektif.

Bhinneka Run 2026 membuktikan bahwa dengan niat dan penyelenggaraan yang tepat, olahraga dapat diakses oleh semua orang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan solid.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All