JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Langkah signifikan diambil dalam mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA kini memasuki fase krusial. Komisi Eropa telah mengusulkan penandatanganan dan pengesahan perjanjian ini, bersama dengan Perjanjian Perlindungan Investasi (IPA), kepada Dewan Uni Eropa.
Usulan ini menandai kemajuan penting setelah proses negosiasi yang panjang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik perkembangan ini. Ia menilai momen ini sangat tepat untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.
"Sudah saatnya kita membangun kemitraan dagang yang bebas, adil, dan positif bagi kedua belah pihak," ujar Menko Airlangga dalam keterangan persnya pada Kamis, 2 Juli 2026. Presiden RI Prabowo Subianto pun berharap IEU-CEPA dapat mengubah peta perdagangan global. Kolaborasi Indonesia dan Uni Eropa dalam pengembangan pasar diyakini akan membawa pertumbuhan signifikan.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan ekonomi terbesar di Indo-Pasifik, memegang peran strategis. IEU-CEPA dan IPA dirancang sebagai perjanjian modern. Tujuannya untuk menciptakan iklim usaha yang lebih terbuka, transparan, dan berkelanjutan.
Bagi Uni Eropa, perjanjian ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi kemitraan ekonomi. Tujuannya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi. Serta membuka peluang ekspor baru bagi produk-produk Eropa. Selain itu, perjanjian ini diharapkan meningkatkan ketahanan rantai pasok energi dan bahan baku.
Perjanjian ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi kedua belah pihak. Dari sisi Uni Eropa, akan terjadi penghapusan bea masuk untuk 98,5 persen pos tarif. Prosedur ekspor berbagai produk ke Indonesia juga akan disederhanakan. Peluang investasi di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi akan terbuka lebar. Perlindungan hak kekayaan intelektual akan semakin terjamin. Penguatan rantai pasok melalui fasilitasi perdagangan dan pasokan bahan baku kritis juga menjadi poin penting.
Indonesia akan mendapatkan keuntungan serupa, termasuk akses pasar yang lebih luas untuk produk-produknya di Uni Eropa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekspor nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, IEU-CEPA diharapkan menjadi pendorong utama pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.











