Aberdeen bersiap memasuki musim baru dengan tekad kuat di bawah arahan Stephen Robinson. Pelatih ini dikenal sukses membangun St Mirren selama empat tahun dengan membentuk skuad yang tangguh, agresif dalam menekan lawan, dan sangat mematikan dalam situasi bola mati. Karakteristik ini menjadi fondasi yang ingin ia terapkan di Aberdeen setelah performa buruk musim lalu.
Tahun lalu, Aberdeen menjadi tim dengan tingkat keberhasilan duel terendah di liga dan paling sering kebobolan lewat skema set-piece. Masalah ini diperparah dengan kesulitan tim dalam mengontrol permainan, baik saat memegang bola maupun tanpa bola. Robinson bersama direktur olahraga Lutz Pfannenstiel pun bergerak cepat membenahi celah tersebut di bursa transfer.
Gelandang asal Austria, Alexander Briedl, didatangkan dari akademi RB Salzburg untuk menambah kecepatan dan intensitas pressing. Selain itu, ada Brad Lyons yang menawarkan mobilitas tinggi, serta bek tengah Lewis Mayo yang dikenal sebagai salah satu perebut bola terbaik. Untuk memperkuat pertahanan di dalam kotak penalti, Aberdeen merekrut bek jangkung setinggi 6 kaki 6 inci, Dan Happe, dari Leyton Orient.
Pemain bertahan Nicky Devlin mengungkapkan bahwa kebugaran skuad saat ini berada pada level terbaik dalam tiga tahun terakhir. Hal ini memberikan sinyal bahwa Aberdeen akan bermain lebih intens dan lebih siap secara fisik. Tantangan utama mereka adalah lini serang yang hanya mencetak 40 gol dalam 38 pertandingan liga musim lalu.
Robinson kemungkinan akan menyesuaikan taktiknya. Meski di St Mirren ia sering menggunakan tiga bek dan bek sayap, kedatangan penyerang sayap Tony Yogane bisa membuka peluang formasi 4-3-3. Yogane sendiri tercatat sebagai salah satu pemain dengan kemampuan dribel yang menciptakan peluang terbanyak musim lalu.
Di sektor depan, striker Maroko Ayoub Mouloua telah bergabung untuk membantu Kevin Nisbet yang menjadi pencetak gol terbanyak musim lalu dengan 11 gol. Mouloua diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih setelah mencetak 19 gol dari 53 laga untuk FUS Rabat. Uji coba melawan FC Twente di Belanda pekan ini akan menjadi ujian nyata bagi skema permainan baru Robinson.
Meski target minimal adalah finis di posisi enam besar, Robinson mengingatkan bahwa restrukturisasi skuad memerlukan waktu. Tantangan Aberdeen semakin berat karena mereka harus menghadapi Hearts, Celtic, dan Rangers pada bulan pertama kompetisi. Dengan absennya mereka dari kompetisi Eropa, Robinson berharap tim dapat fokus sepenuhnya pada liga domestik. Aberdeen kini berusaha menghapus memori pahit musim lalu di mana mereka gagal mencetak gol dalam tujuh laga perdana.











