Amerika Serikat bersiap merayakan hari bersejarahnya yang ke-250 tahun pada Sabtu, 4 Juli 2026. Di balik perayaan tersebut, Negeri Paman Sam tetap menjadi salah satu mitra dagang paling strategis bagi Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai US$30,96 miliar. Angka fantastis ini menempatkan Amerika di posisi kedua sebagai pasar ekspor terbesar Indonesia setelah China.
Data Satu Data Kementerian Perdagangan menunjukkan kinerja ekspor Indonesia ke pasar Amerika melonjak 16,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini setara dengan kenaikan nilai sekitar US$4,42 miliar.
Pencapaian gemilang tersebut didorong oleh sektor agro, meliputi produk pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga perikanan. Komoditas tradisional masih menjadi tulang punggung devisa negara.
Minyak sawit dan fraksinya memimpin daftar dengan nilai ekspor US$1,295 miliar. Produk ini mencatat pertumbuhan 0,28 persen, menegaskan permintaan pasar Amerika terhadap produk hilir sawit Indonesia masih sangat kuat.
Di posisi kedua, udang beku menjadi primadona dengan nilai ekspor mencapai US$732,03 juta. Komoditas ini tumbuh stabil sebesar 9,19 persen secara tahunan, menjadikannya salah satu produk pangan paling kompetitif di Negeri Paman Sam.
Karet alam spesifikasi teknis atau TSNR menempati urutan ketiga dengan nilai US$572,28 juta. Ekspor karet tumbuh 10,92 persen karena tingginya kebutuhan industri otomotif dan manufaktur Amerika.
Selanjutnya, mentega, lemak, dan minyak kakao mencatatkan nilai US$566,20 juta. Produk ini menjadi bintang dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok komoditas utama, yakni melesat hingga 44,45 persen.
Di luar komoditas besar, sejumlah produk niche menunjukkan akselerasi luar biasa sepanjang 2025. Kopi sangrai tanpa kafein mencatat lonjakan pertumbuhan fantastis hingga 233.570.404,44 persen meski dengan nilai dasar yang masih kecil.
Produk tembakau alternatif dan pengganti nikotin untuk inhalasi tanpa pembakaran juga menunjukkan tren serupa. Kategori ini membukukan pertumbuhan masif di atas 12 juta persen dengan nilai ekspor mencapai US$57,72 juta.
Produk kayu lapis dan lembaran kayu tropis pun tidak ketinggalan, mencatat kenaikan signifikan sebesar 6.014.763 persen dengan nilai US$0,12 juta.
Secara keseluruhan, pasar Amerika Serikat tetap menjadi lahan subur bagi produk Indonesia. Baik melalui komoditas mapan maupun produk baru yang tengah berkembang pesat, kolaborasi ekonomi kedua negara ini diprediksi akan terus menguat seiring dengan bertambahnya usia Negeri Paman Sam.











