Teheran menjadi pusat perhatian dunia pada Jumat (3/7) saat prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, digelar secara khidmat.
Sejumlah tokoh penting dari berbagai negara tampak hadir di ibu kota Iran tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang imam besar umat Syiah itu.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, terlihat hadir di lokasi. Ia didampingi oleh Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
Kehadiran Asim Munir cukup krusial. Ia merupakan pimpinan delegasi Pakistan yang selama ini dikenal sebagai mediator dalam negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain delegasi Pakistan, Menteri Luar Negeri Afghanistan dari rezim Taliban, Amir Khan Muttaqi, juga terpantau hadir di tengah para pelayat.
Kehadiran mereka menunjukkan signifikansi sosok mendiang bagi peta politik dan keagamaan di kawasan Timur Tengah serta Asia Selatan.
Di sela-sela prosesi, Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, turut memberikan penghormatan di Masjid Agung, Teheran.
Momen ini menjadi kemunculan perdana Vahidi ke ruang publik sejak eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah.
Dalam foto yang dirilis oleh media lokal Fars, Vahidi terlihat meletakkan tangannya di atas peti jenazah Ali Khamenei sembari memanjatkan doa.
Selama masa perang, sosok komandan tersebut memang jarang terlihat di depan publik demi menghindari risiko serangan dari pihak lawan.
Peti jenazah Ali Khamenei tiba di Teheran pada Jumat untuk memulai serangkaian prosesi pemakaman yang rencananya akan menyedot jutaan warga Iran.
Pemerintah Iran telah menyusun jadwal penghormatan terakhir secara mendetail. Upacara serupa dijadwalkan akan kembali digelar di Kota Qom pada 7 Juli mendatang.
Selanjutnya, prosesi pemakaman akan dilangsungkan di kota kelahiran mendiang, Mashhad, pada 9 Juli.
Seluruh rangkaian prosesi ini dipersiapkan dengan pengawalan ketat dan penuh duka.
Warga Iran diperkirakan akan memadati jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan sosial dan politik negara tersebut.
Hingga kini, suasana di Teheran masih diselimuti atmosfer berkabung yang mendalam dari para pelayat, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kehadiran para diplomat asing dalam upacara ini menegaskan posisi penting Iran dalam konstelasi politik global, terlepas dari situasi geopolitik yang sedang memanas.











