Tiga Raksasa Chip Dunia Digugat Class Action, Diduga Lakukan Kartel Harga RAM

Yohanes

Jakarta – Harga memori komputer dan perangkat penyimpanan atau NAND yang melonjak tajam hingga 700 persen dalam empat tahun terakhir memicu kemarahan publik. Fenomena yang dijuluki RAMpocalypse ini akhirnya berujung ke meja hijau.

Tiga raksasa semikonduktor dunia, yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron, resmi menghadapi gugatan class action. Berkas perkara bernomor Garciaguirre et al. v. Samsung Electronics Co., Ltd. et al. telah didaftarkan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California pada 25 Juni 2026.

Sebanyak 17 penggugat yang terdiri dari individu serta pemilik bisnis kecil di sektor komputer, seperti Troy’s Computers LLC dan JB Tech Solutions LLC, menjadi pihak yang melayangkan gugatan tersebut. Ketiga perusahaan ini dituduh menguasai 90 persen pasar DRAM global dan sengaja menciptakan kelangkaan pasokan buatan demi mendongkrak harga secara ilegal.

Gugatan ini bukan kali pertama bagi ketiga perusahaan tersebut. Pada era 2000-an, Samsung dan Hynix pernah dijatuhi denda ratusan juta dolar oleh otoritas Amerika Serikat karena terbukti melakukan praktik penetapan harga DRAM. Meski sempat ada gugatan serupa pada 2018, kasus tersebut kala itu ditolak pengadilan karena dianggap kurang memiliki bukti kesepakatan tertulis.

Dampak dari dugaan praktik kartel ini terasa luas bagi industri teknologi. Harga perangkat konsumen seperti laptop, PC gaming, hingga konsol game seperti Xbox dan PlayStation terus terkerek naik. Produsen perangkat terpaksa membebankan tingginya biaya komponen kepada konsumen akhir.

Hingga saat ini, pihak Samsung, SK Hynix, maupun Micron belum memberikan tanggapan resmi di pengadilan. Namun, pakar industri memprediksi produsen akan berargumen bahwa kenaikan harga adalah konsekuensi logis dari peralihan produksi ke chip HBM. Mereka kemungkinan akan mengklaim langkah tersebut diambil karena permintaan pasar kecerdasan buatan atau AI jauh lebih menguntungkan, bukan karena adanya konspirasi harga.

Analis dari Jefferies Equity Research memperingatkan bahwa tekanan harga masih akan berlanjut. Harga memori diprediksi kembali melonjak antara 30 hingga 40 persen pada kuartal keempat tahun 2026. Normalisasi harga baru diprediksi terjadi pada 2028 seiring dengan bertambahnya kapasitas pabrik baru dan meredanya tren investasi pusat data AI.

Proses hukum ini diperkirakan akan berjalan alot. Para ahli menyebut pembuktian adanya kartel dalam industri semikonduktor sangatlah sulit. Publik kini menanti apakah pengadilan akan menemukan bukti konkrit atas tuduhan manipulasi pasokan yang selama ini dituduhkan kepada tiga raksasa teknologi tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All