Tragedi di Papua: Pilot Asal Amerika Serikat Tewas Usai Pesawatnya Dibakar Kelompok Bersenjata

Emanuel

Sebuah insiden berdarah terjadi di wilayah pedalaman Papua. Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat dilaporkan tewas setelah pesawat yang dikemudikannya menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata.

Korban diidentifikasi bernama Nicholas F. Goselin. Ia merupakan pilot yang bekerja untuk perusahaan penerbangan PT AMA.

Perusahaan tersebut dikenal kerap melayani distribusi logistik seperti makanan, bahan bakar, hingga surat menyurat ke desa-desa terpencil di Papua.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis lalu. Pilot tersebut ditembak mati sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di landasan udara Ipdeheik, Desa Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Sebelum ditemukan tewas, sempat terjadi kendala komunikasi. Kontak dengan Goselin terputus tepat setelah ia melaporkan keberhasilan pendaratan pesawat.

TNI akhirnya menemukan jenazah sang pilot pada Jumat, 3 Juli 2026. Evakuasi dilakukan oleh 10 personel Komando Operasi Habema setelah mereka berhasil mengamankan area landasan udara tersebut.

Wakil Komandan Operasi Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, menjelaskan bahwa proses pengamanan dan evakuasi berlangsung melalui operasi cepat.

Pesawat yang menjadi sasaran tersebut diketahui membawa satu pilot dan tujuh penumpang saat sedang mengudara.

Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, secara terbuka mengakui bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Mereka juga mengonfirmasi telah melakukan aksi pembakaran terhadap pesawat yang mendarat di Yahukimo itu.

TPNPB berdalih bahwa pesawat tersebut dianggap kerap mengangkut personel militer Indonesia. Mereka juga menuding maskapai telah melanggar ultimatum yang sebelumnya mereka keluarkan.

Kelompok tersebut memberikan ancaman akan melancarkan serangan lanjutan. Mereka menegaskan tidak akan segan menyerang pesawat sipil yang memasuki zona merah di Papua.

Kejadian ini diklaim oleh TPNPB sebagai pesan kepada pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat.

Mereka menuding kedua negara tersebut gagal dalam menangani akar konflik berkepanjangan yang melibatkan militer Indonesia dan pihak pemberontak di Papua.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang menimpa warga negaranya.

Manajemen PT AMA juga belum mengeluarkan pernyataan konfirmasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap penerbangan sipil di wilayah Papua.

Sebelumnya, pada Februari 2023, seorang pilot asal Selandia Baru, Phillip Mehrtens, sempat diculik oleh kelompok separatis setelah mendaratkan pesawat di Nduga.

Pilot tersebut akhirnya berhasil dibebaskan pada September 2024 setelah melalui proses yang panjang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All