Dukung Transisi Energi, Elnusa Petrofin Mulai Salurkan Biosolar B50 ke Sektor Industri

Rini Widiyarti

PT Elnusa Petrofin (EPN) resmi memulai distribusi perdana Biosolar dengan campuran biodiesel 50 persen atau B50 untuk sektor industri. Penyaluran ini dilakukan melalui Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan penuh perusahaan terhadap program mandatori pemerintah. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya domestik.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menyatakan bahwa implementasi B50 adalah upaya nyata dalam mendukung kemandirian energi yang berkelanjutan. Hal itu disampaikannya dalam keterangan resmi pada Jumat, 3 Juli 2026.

Doni menegaskan bahwa keterlibatan Elnusa Petrofin mencerminkan sinergi kuat di dalam Pertamina Group. Pihaknya berkomitmen penuh menyukseskan agenda strategis pemerintah menuju transisi energi yang lebih hijau.

Dalam tahap awal ini, sektor pertambangan menjadi fokus utama penyaluran B50. Sektor tersebut dipilih karena memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional saat ini.

Elnusa Petrofin memastikan bahwa proses transformasi energi ini berjalan dengan standar keamanan tinggi. Distribusi dilakukan secara andal agar kebutuhan bahan bakar industri tetap terpenuhi dengan baik.

Perusahaan merasa bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem energi nasional. Kontribusi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan energi di masa depan.

Pelaksanaan program ini merujuk pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Regulasi tersebut mewajibkan pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel sebanyak 50 persen ke dalam solar.

Kebijakan B50 ini sendiri dijalankan melalui skema pembiayaan yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP. Program tersebut efektif berlaku mulai 1 Juli 2026.

Pemerintah memastikan bahwa transisi menuju B50 ini tidak akan mengganggu stabilitas harga solar bagi masyarakat maupun industri. Langkah ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.

Dengan dimulainya penyaluran perdana di Kalimantan Selatan, Pertamina Group melalui Elnusa Petrofin membuktikan kesiapannya dalam menghadapi tantangan transisi energi. Perusahaan terus memantau proses distribusi agar berjalan lancar di seluruh wilayah operasional.

Inovasi ini diharapkan mampu mendorong efisiensi energi nasional secara jangka panjang. Selain itu, penggunaan bahan bakar nabati diyakini dapat mendukung target penurunan emisi karbon di Indonesia.

Ke depan, Elnusa Petrofin akan terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi. Perusahaan berkomitmen memastikan setiap tahapan penyaluran sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All