Tim nasional Australia atau Socceroos kini menatap target besar yang belum pernah mereka capai sebelumnya. Mereka bersiap menghadapi Mesir dalam laga babak 32 besar Piala Dunia yang akan digelar di Dallas Stadium pada Jumat waktu setempat atau Sabtu pukul 04.00 WIB.
Kemenangan dalam laga fase gugur menjadi misi utama yang terus diburu oleh Socceroos. Pada dua kesempatan sebelumnya saat menembus fase grup, Australia selalu gagal melangkah lebih jauh di babak knockout.
Pelatih Australia, Tony Popovic, menegaskan kesiapan timnya untuk mencetak sejarah baru. Dalam konferensi pers, Popovic menyatakan bahwa para pemainnya dalam kondisi rileks dan sangat fokus.
Dia percaya performa terbaik di atas lapangan nanti akan membuka peluang lebar bagi Australia untuk menorehkan tinta emas. Popovic ingin anak asuhnya tetap berada di momen saat ini dan tidak terbebani dengan ekspektasi besar.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena Mesir dipastikan diperkuat oleh bintang mereka, Mohamed Salah. Meski sempat dikhawatirkan mengalami cedera hamstring, Salah kini dipastikan fit untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Meski demikian, Socceroos tidak gentar menghadapi lawan yang memiliki kemampuan individu mumpuni. Tete Yengi, penyerang cadangan Australia, bahkan sempat melontarkan komentar bahwa pertahanan Mesir terlihat kurang terorganisir.
Kubu Australia sendiri tengah mematangkan strategi pemilihan pemain. Sisi kanan pertahanan menjadi perhatian setelah penampilan impresif Jordy Bos dan Cristian Volpato saat melawan Paraguay.
Popovic mengonfirmasi bahwa seluruh skuadnya berada dalam kondisi bugar, kecuali Mat Leckie dan Jacob Italiano yang telah meninggalkan tim. Hal ini memberikan keleluasaan bagi sang pelatih untuk menentukan komposisi terbaik.
Menilik perjalanan di fase grup, Mesir memang menunjukkan beberapa celah meski mereka tidak terkalahkan dalam tiga laga. Mereka sempat tertinggal dari Selandia Baru sebelum akhirnya menang 3-1, serta bermain imbang 1-1 melawan Iran.
Australia sendiri terbang ke Texas dari basis mereka di Oakland dengan membawa semangat tinggi. Di hotel tempat mereka menginap, terdapat memorabilia dari generasi emas 2006 yang menjadi inspirasi bagi para pemain muda.
Popovic sangat menghormati sejarah sepak bola Australia dan peran para pionir masa lalu. Baginya, kelompok pemain saat ini sudah menjadi bagian dari sejarah, namun kemenangan besok akan memberikan warisan yang lebih besar lagi.
Dunia sepak bola kini tertuju pada Dallas, menanti apakah Australia mampu memecahkan kutukan fase gugur atau justru sejarah akan kembali berpihak pada sang lawan. Pertandingan ini diprediksi akan menyajikan drama sengit di atas lapangan hijau.











