Kunjungi Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Tekankan Pentingnya Budaya Keselamatan Kerja

Rini Widiyarti

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan kunjungan kerja strategis ke wilayah Jawa Timur pada Rabu lalu. Agenda utama kunjungan ini adalah memperkuat budaya kepemimpinan kolaboratif serta memastikan standar keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh insan Pertamina.

Dalam arahannya di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya, Iriawan menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi formal. Ia menekankan pentingnya integritas, aksi nyata, dan kemampuan pemimpin untuk mengayomi seluruh tim di lapangan.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut, seorang pemimpin harus mampu hadir sebagai solusi. Ia harus bisa memberikan contoh teladan bagi seluruh bawahannya di tengah dinamika industri energi yang sangat menantang.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 200 Perwira Pertamina dalam sebuah sesi berbagi pengalaman. Iriawan menyoroti bahwa industri energi global saat ini tengah menghadapi tantangan berat.

Faktor transisi energi, disrupsi teknologi, hingga ekspektasi pemangku kepentingan yang kian tinggi menjadi tantangan nyata. Kondisi ini menuntut insan Pertamina untuk selalu sigap menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian atau VUCA.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Iriawan meminta seluruh jajaran memperkuat komunikasi lintas fungsi. Ia secara tegas menginstruksikan penghapusan sekat birokrasi yang selama ini dinilai sering menghambat inovasi di internal perusahaan.

Sinergi yang kuat antar-subholding dianggap sebagai kunci utama dalam memenangkan persaingan industri energi di kancah global. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting agar perusahaan tetap relevan dan kompetitif.

Usai memberikan pengarahan di Surabaya, Iriawan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Production Unit Gresik milik PT Pertamina Lubricants. Kunjungan tersebut dilakukan melalui mekanisme Management Walkthrough atau MWT.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan sesuai standar ketat. Fokus utamanya adalah pemenuhan aspek Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE.

Kehadiran jajaran komisaris di lapangan ini menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap operasional bisnis. Hal ini bertujuan agar aspek keselamatan kerja tidak hanya menjadi aturan di atas kertas, melainkan budaya yang melekat pada setiap aktivitas pekerja.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga performa operasional. Dengan memperkuat kepemimpinan dan keselamatan, perusahaan berharap dapat menghadapi berbagai disrupsi di sektor energi dengan lebih tangguh.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All