Kabar positif datang dari kawasan Asia Tenggara bagi sektor investasi global. Bank Dunia resmi menaikkan klasifikasi ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Bank Dunia pada 1 Juli. Kenaikan status ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa kedua negara tersebut kini memiliki fundamental ekonomi yang semakin kokoh.
Sebelumnya, Vietnam tercatat sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah sejak 2009. Begitu pula dengan Filipina yang berada pada kategori serupa selama bertahun-tahun.
Kini, dengan pencapaian tersebut, terdapat lima negara di kawasan ASEAN yang telah menduduki kelas pendapatan menengah atas.
Bank Dunia menyoroti perbedaan strategi di balik kesuksesan kedua negara tersebut. Vietnam dinilai berhasil berkat model pertumbuhan berbasis ekspor yang sangat masif.
Lonjakan ekspor Vietnam tercatat lebih dari 15 persen pada periode 2024 hingga 2025. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mereka pun diprediksi mencapai 7 persen hingga 8 persen.
Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Vietnam meningkat rata-rata 10 persen setiap tahunnya dalam rentang 2021 hingga 2025. Angka ini menjadi salah satu pertumbuhan berkelanjutan terkuat di ASEAN.
Di sisi lain, Filipina meraih kenaikan status melalui strategi ekspansi yang lebih luas. PDB Filipina tercatat tumbuh rata-rata 5,8 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Keberhasilan Filipina mencerminkan pergeseran ekonomi yang menyeluruh. Pertumbuhan tidak hanya bergantung pada satu sektor, tetapi melibatkan kemajuan di seluruh industri besar negara tersebut.
Data Bank Dunia menunjukkan, GNI per kapita Vietnam kini mencapai US$4.970. Sementara itu, GNI per kapita Filipina berada di angka US$4.850.
Kedua negara tersebut telah melampaui ambang batas klasifikasi Bank Dunia yang dipatok pada angka US$4.636.
Perubahan status ini diprediksi akan meningkatkan kepercayaan investor secara signifikan. Investor kini melihat Vietnam dan Filipina sebagai pasar yang lebih stabil dan matang secara ekonomi.
Kenaikan level ini juga membuktikan efektivitas kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah kedua negara dalam melakukan transformasi industri.
Bagi investor global, stabilitas yang ditunjukkan oleh negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Filipina menjadi daya tarik tersendiri.
Diharapkan, momentum pertumbuhan ini dapat terus terjaga di masa depan, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat di kedua negara tersebut.
Dengan klasifikasi baru ini, peta persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dipastikan akan semakin dinamis dan kompetitif dalam menarik modal asing.











