Dunia maya tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang diduga menampilkan The8, anggota grup K-Pop populer SEVENTEEN.
Video tersebut pertama kali mencuat melalui platform media sosial asal Tiongkok, Weibo.
Dalam rekaman yang beredar luas, sosok yang dinilai mirip dengan The8 terlihat berada di sebuah klub malam.
Tidak sendirian, pria dalam video itu tampak sedang menghabiskan waktu bersama seorang wanita.
Lebih lanjut, sosok tersebut terlihat sedang merokok dalam video itu.
Hal ini memicu perdebatan hangat sekaligus spekulasi liar di kalangan penggemar di berbagai platform media sosial.
Kontroversi ini muncul tepat saat The8 sedang aktif menjalani berbagai agenda bersama SEVENTEEN.
Salah satunya adalah keterlibatan sang idol dalam unit terbaru SEVENTEEN bersama Vernon, yang dikenal dengan nama V8.
Seiring dengan meningkatnya popularitas unit tersebut, perhatian publik terhadap kehidupan pribadi para anggota pun ikut melonjak.
Akibatnya, muncul berbagai rumor miring yang menyeret nama The8 ke ranah publik.
Menanggapi kabar yang kian memanas, pihak agensi akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui Weibo.
Manajemen dengan tegas membantah segala spekulasi yang beredar luas di media sosial.
Pihak agensi menyatakan bahwa informasi mengenai The8, yang bahkan sempat menyeret nama Jun, adalah berita tidak benar.
Agensi menilai foto dan video yang tersebar luas itu telah disebarkan tanpa izin.
Selain itu, terdapat interpretasi yang sengaja dibuat menyesatkan untuk menjatuhkan sang artis.
Tindakan tersebut dianggap telah merusak reputasi artis serta mengganggu kehidupan pribadi dan profesional mereka.
Pihak agensi memberikan pernyataan resmi terkait pelanggaran hak yang dialami artisnya.
Pertama, tindakan-tindakan di atas merupakan pelanggaran terhadap hak potret dan hak reputasi para seniman kami.
Tanpa izin para seniman, beberapa pihak telah mengambil dan menyebarluaskan gambar mereka secara publik, memalsukan fakta, dan menerbitkan pernyataan yang bersifat fitnah.
Tindakan-tindakan ini melanggar Pasal 1019 dan 1024 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Republik Rakyat Tiongkok, tegas agensi.
Kini, pihak perusahaan mengaku telah mengumpulkan berbagai bukti terkait penyebaran rumor tersebut.
Mereka memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan penyebaran informasi palsu.
Agensi menegaskan akan menempuh langkah hukum yang diperlukan.
Langkah ini diambil demi melindungi hak serta kepentingan The8 dan Jun dari segala bentuk fitnah.











