Jakarta – Perusahaan penyedia jasa percetakan terkemuka di Jabodetabek, XGraphics, resmi memperkenalkan inovasi terbarunya yang bernama ChromaLuxe. Teknologi ini diluncurkan dalam gelaran akbar XG Connect 2026 sebagai jawaban atas kebutuhan pasar terhadap karya visual yang lebih hidup dan imersif.
Kehadiran teknologi ini menjadi solusi di tengah fenomena kejenuhan masyarakat terhadap konten digital yang bersifat cepat dan sementara. Saat ini, konsumen mulai beralih mencari pengalaman visual yang lebih nyata, utuh, serta memiliki kedekatan emosional.
CEO XGraphics, Harjanto Sudarsono, menyatakan bahwa konsumen kini tidak lagi sekadar mencari tampilan mata yang memanjakan. Mereka menginginkan sebuah koneksi emosional yang lebih dalam terhadap sebuah karya fisik.
Menurut Harjanto, karya cetak saat ini telah berevolusi menjadi simbol pengalaman yang lebih intentional dan mampu memanjakan sensori. Teknologi ini menawarkan aspek kehadiran atau presence yang semakin langka ditemukan di era digital.
ChromaLuxe sendiri merupakan teknologi finishing premium yang mengandalkan mesin cetak digital komersial buatan raksasa teknologi asal Jepang, Konica Minolta. Inovasi ini dirancang khusus untuk menghadirkan tekstur kaya serta efek visual memukau demi menciptakan pengalaman multisensori bagi penggunanya.
Terdapat tiga jenis finishing eksklusif dalam teknologi ChromaLuxe yang dapat dipadukan dalam satu proses cetak. Kombinasi ini memungkinkan terciptanya karya kemasan, material promosi, hingga merchandise dengan sentuhan mewah yang sulit direplikasi oleh layar digital.
Sebagai langkah pembuktian kualitas, XGraphics menggandeng sejumlah seniman visual berbakat Tanah Air. Beberapa nama yang terlibat dalam proyek ini di antaranya adalah Popo Mangun, Kathrin Honesta, Mahendra Nazar, Misha, dan Rukmunal Hakim.
Karya seni mereka dipamerkan pada ajang XG Connect 2026 dengan mengaplikasikan ragam finishing ChromaLuxe. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi tersebut mampu memperluas batas ekspresi artistik para kreator lokal.
Selain ChromaLuxe, acara tahunan yang mempertemukan pelaku industri dan vendor global ini juga memperkenalkan terobosan tinta cetak tingkat lanjut. Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi ekosistem bersama merek besar seperti Heidelberg dan HP.
Harjanto meyakini bahwa meskipun dunia seni digital dan virtual akan terus berkembang, pengalaman fisik yang autentik akan tetap dicari. Konsumen akan terus memburu sesuatu yang memberikan pengalaman lebih, yang hanya dapat dipenuhi oleh industri digital printing berkualitas tinggi.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru dalam dunia percetakan profesional di Indonesia. Inovasi tersebut tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga mengedepankan kualitas cetak yang mampu bertahan di tengah gempuran tren digital yang terus berubah setiap saat.











