Dunia balap IndyCar dikejutkan dengan pengumuman besar dari Chip Ganassi Racing atau CGR. Tim raksasa tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa Scott Dixon tidak akan memperpanjang kontraknya. Pembalap asal Selandia Baru itu dipastikan akan meninggalkan tim pada akhir musim 2026.
Keputusan ini menandai akhir dari salah satu kemitraan paling sukses dalam sejarah otomotif modern. Selama 24 tahun pengabdiannya, Dixon telah menjadi ikon bagi CGR. Ia berhasil meraih enam gelar juara seri, dengan torehan terakhir diraih pada tahun 2020 lalu.
Catatan statistik Dixon bersama CGR sangat fenomenal. Ia sukses mengumpulkan 58 dari total 59 kemenangan sepanjang karier profesionalnya di ajang IndyCar. Kepergian sosok berusia 45 tahun ini tentu menjadi kehilangan besar bagi organisasi tersebut.
Meski demikian, masa depan Dixon sudah mulai menemui titik terang. Berbagai laporan media internasional menyebutkan bahwa sang pembalap senior kini tengah dikaitkan dengan kepindahan ke Arrow McLaren untuk musim 2027.
Pemilik tim, Chip Ganassi, memberikan pernyataan resmi terkait perpisahan ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berusaha keras untuk mempertahankan sang pembalap hingga masa pensiunnya. CGR bahkan telah menyodorkan penawaran kontrak multi-tahun kepada Dixon.
Menurut Ganassi, Scott Dixon baru saja memberi tahu tim bahwa dirinya memutuskan untuk tidak kembali pada 2027. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian diskusi internal mengenai masa depan karier sang pembalap.
Ganassi menyatakan rasa hormatnya terhadap pilihan yang diambil oleh Dixon. Ia menegaskan bahwa Dixon telah memberikan kontribusi besar selama 24 tahun terakhir. Bagi Ganassi, sang pembalap merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah kesuksesan tim.
Pihak tim mengaku telah memberikan kesempatan bagi Dixon untuk mengakhiri kariernya di CGR. Namun, mereka menerima sepenuhnya keputusan Dixon yang ingin mencari tantangan baru di tempat lain. Ganassi mendoakan kesuksesan bagi karier Dixon di masa depan.
Saat ini, fokus utama Chip Ganassi Racing adalah menyelesaikan musim berjalan dengan performa maksimal. Mereka tetap berkomitmen mendukung mobil nomor 9 yang dikemudikan Dixon bersama tim PNC. Di sisi lain, manajemen tim juga mulai menyusun strategi untuk menghadapi masa depan tanpa kehadiran sang legenda.
Kepergian Dixon memang menutup satu bab penting dalam sejarah IndyCar. Namun, warisan yang ia bangun selama lebih dari dua dekade akan terus membekas bagi para penggemar dan seluruh anggota tim Chip Ganassi Racing.











