Yusril Ihza Mahendra Ajak Generasi Muda Teladani Pemikiran Mohammad Natsir untuk Masa Depan Bangsa

Danu Ilham

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan pesan penting bagi generasi muda Indonesia. Ia mendorong kaum milenial dan Gen Z untuk kembali mendalami pemikiran para pendiri bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Yusril di Jakarta pada Minggu, 28 Juni 2026. Menurutnya, warisan intelektual tokoh-tokoh besar masa lalu sangat krusial sebagai fondasi dalam menjaga nilai kebangsaan serta demokrasi di era modern.

Yusril secara khusus menyoroti sosok Mohammad Natsir. Mantan Perdana Menteri ke-5 RI ini dianggap memiliki pemikiran yang melampaui zamannya, terutama mengenai hubungan antara Islam, negara, dan demokrasi.

Bagi Yusril, mempelajari gagasan Mohammad Natsir bukan sekadar nostalgia sejarah. Ia menilai pemikiran Natsir tetap relevan sebagai panduan dalam menghadapi dinamika kehidupan bernegara yang kian kompleks.

Seruan ini muncul di tengah kesibukan Yusril mempersiapkan ujian promosi doktor di Universitas Indonesia. Disertasi yang ia susun memang berfokus pada penafsiran kembali pemikiran Mohammad Natsir tentang relasi Islam dan negara melalui pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial.

Sebagai bentuk penghormatan mendalam, Yusril sempat melakukan ziarah ke makam Mohammad Natsir di TPU Karet Bivak pada Rabu, 24 Juni 2026. Momen tersebut menjadi ajang refleksi pribadi atas pengaruh besar Natsir dalam perjalanan intelektualnya.

Yusril mengenang kedekatannya dengan Natsir yang sudah terjalin sejak tahun 1978 hingga tokoh Masyumi tersebut wafat pada 1993. Ia melihat Natsir sebagai sosok yang memiliki kecerdasan luar biasa dan integritas tinggi.

Dalam catatan sejarah, Natsir dikenal karena perdebatan intelektualnya dengan Presiden Soekarno. Meskipun memiliki perbedaan pandangan yang tajam, keduanya tetap menunjukkan sikap saling menghormati demi kepentingan persatuan Indonesia.

Sikap dewasa dalam berpolitik itulah yang ingin ditekankan oleh Yusril kepada generasi muda. Ia berpesan agar perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang bagi terciptanya persatuan bangsa.

Yusril berharap, melalui kajian dan pemahaman terhadap gagasan para pendiri bangsa, generasi penerus dapat memiliki landasan kuat dalam berkontribusi bagi negara. Semangat keilmuan dan pengabdian Mohammad Natsir diharapkan terus hidup di tengah tantangan zaman.

Dengan memahami pemikiran fundamental tersebut, bangsa Indonesia diharapkan dapat terus menjaga keutuhan di tengah keberagaman. Refleksi sejarah ini menjadi langkah konkret dalam merawat demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All