Rangkaian operasional ibadah haji 1447 Hijriah resmi berakhir seiring dengan mendaratnya kelompok terbang terakhir di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 1 Juli 2026. Meski operasional telah ditutup, perhatian pemerintah masih tertuju pada puluhan jemaah yang belum bisa kembali ke Tanah Air.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada 60 jemaah yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. Kondisi kesehatan yang belum memungkinkan membuat mereka belum bisa dipulangkan bersama rombongan lainnya.
Irfan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Seluruh layanan akan tetap diberikan secara maksimal bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan kondisi kesehatannya.
Politikus Partai Gerindra ini memastikan bahwa petugas haji akan terus melakukan pendampingan di rumah sakit. Pendampingan tersebut akan terus berlangsung hingga para jemaah dinyatakan sehat dan layak secara medis untuk melakukan penerbangan kembali ke Indonesia.
Selama musim haji tahun ini, pemerintah tercatat memberangkatkan 202.536 jemaah haji reguler yang terbagi ke dalam 527 kloter. Para jemaah tersebut diberangkatkan melalui 16 embarkasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Tantangan penyelenggaraan haji tahun ini cukup besar karena profil jemaah yang sangat beragam. Tercatat ada 44.247 jemaah lanjut usia dan 170.700 jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Selain itu, terdapat 370 jemaah berkebutuhan khusus serta 275 jemaah yang menggunakan kursi roda dalam aktivitasnya.
Data duka juga mencatat sebanyak 367 jemaah dan satu petugas haji wafat selama masa operasional di Arab Saudi. Irfan menyatakan bahwa proses klaim asuransi bagi keluarga jemaah yang meninggal dunia sedang terus diupayakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melihat berbagai tantangan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. Fokus utama evaluasi akan tertuju pada aspek pemeriksaan kesehatan jemaah sebelum berangkat serta peningkatan kualitas layanan saat berada di Mina.
Irfan berharap catatan-catatan selama operasional tahun ini dapat menjadi bahan perbaikan. Tujuannya agar penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang dapat berjalan lebih profesional, aman, nyaman, dan semakin berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Pemerintah berjanji akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada demi memastikan hak-hak jemaah terpenuhi. Termasuk memastikan seluruh jemaah yang sedang sakit mendapatkan penanganan medis yang layak hingga benar-benar pulih dan kembali ke pelukan keluarga di Indonesia.











