Industri otomotif nasional kini menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang tahun 2026. Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat adanya pergeseran tren permintaan konsumen di pasar domestik yang berpengaruh pada performa penjualan kendaraan.
Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, Sri Agung Handayani, mengungkapkan bahwa pasar mobil Indonesia secara keseluruhan masih berada dalam jalur positif. Hal ini terlihat dari data wholesales maupun retail yang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, di balik tren positif tersebut, terjadi perubahan pola konsumsi yang cukup mencolok. Segmen kendaraan menengah-atas kini menjadi penopang pertumbuhan pasar, sementara kategori mobil harga terjangkau atau Low Cost Green Car (LCGC) justru mengalami tekanan.
Agung menuturkan bahwa segmen menengah-atas terus mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Sebaliknya, kontribusi segmen LCGC di pasar otomotif nasional tampak mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Kendati demikian, pihak Daihatsu menegaskan bahwa penurunan kontribusi ini tidak secara otomatis membuat volume penjualan unit LCGC mereka merosot drastis. Produk Daihatsu di segmen tersebut dinilai masih mampu bertahan secara volume di tengah kompetisi pasar.
Selain pergeseran minat ke arah mobil menengah-atas, Daihatsu juga mencermati adanya peningkatan permintaan di segmen kendaraan niaga. Penjualan model Daihatsu Gran Max, misalnya, ikut terkerek naik berkat adanya permintaan fleet dari proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales mobil nasional selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Angka ini tumbuh sebesar 12,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Pertumbuhan pasar otomotif tahun ini didominasi oleh segmen kendaraan elektrifikasi. Distribusi mobil hybrid melonjak 49,7 persen menjadi 34.151 unit, sementara mobil listrik murni melesat 80 persen dengan total 57.087 unit.
Sebaliknya, LCGC menjadi satu-satunya segmen yang mengalami penyusutan pasar. Selama lima bulan pertama 2026, distribusi LCGC turun 22,9 persen menjadi 46.055 unit, jauh dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 59.747 unit.
Di segmen LCGC sendiri, Toyota Calya masih memimpin sebagai model terlaris, diikuti oleh Daihatsu Sigra dan Honda Brio Satya. Sementara itu, posisi terbawah ditempati oleh Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.
Melihat kondisi ini, Daihatsu terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi konsumen pembeli mobil pertama yang menjadi target utama LCGC. Perusahaan tengah menyiapkan berbagai paket pembiayaan bersama mitra untuk memastikan kepemilikan kendaraan tetap terjangkau.
Langkah strategis ini mencakup kerjasama komprehensif, mulai dari proses pembelian, kemudahan perawatan, hingga opsi penjualan kembali bagi konsumen. Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.











