Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu dengan catatan positif. IHSG naik 0,92 persen ke level 5.695,12 meski dibayangi ketidakpastian global.
Penguatan indeks terutama didorong oleh performa saham BREN, TLKM, serta BRPT. Namun, saham BBRI, BMRI, dan CPIN masih menjadi beban utama indeks.
Investor asing terpantau masih mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan. Total nilai jual bersih mencapai Rp548,44 miliar di pasar reguler.
Secara keseluruhan, tekanan jual investor asing mencapai Rp577,79 miliar. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi terkini.
Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 2,61 persen. Sebaliknya, sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 0,91 persen hari ini.
Pasar global turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan bursa domestik. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah di tengah data ekonomi.
Indeks Dow Jones turun 0,03 persen dan S&P 500 terkoreksi 0,22 persen. Nasdaq bahkan harus melemah sebesar 0,66 persen pada perdagangan kemarin.
Sentimen negatif muncul dari defisit neraca perdagangan serta kontraksi manufaktur. Bursa juga merespons suspensi 16 emiten karena masalah laporan keuangan.
Meski begitu, sejumlah emiten domestik tetap agresif menjalankan aksi korporasi. PT Trimegah Bangun Persada Tbk mempercepat tiga proyek strategis di Obi.
Proyek tersebut mencakup fasilitas pengolahan nikel RKEF dan kapur. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas feronikel hingga 305.000 ton pada 2026.
Sementara itu, PT United Tractors Tbk kembali melanjutkan program buyback saham. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp2 triliun hingga September mendatang.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perusahaan. Kas internal perseroan dinilai masih cukup kuat untuk mendanai aksi tersebut.
Emiten lainnya, PT Erajaya Swasembada Tbk, akan membagikan dividen tunai. Total nilai dividen mencapai Rp389,62 miliar bagi para pemegang saham.
Dividen ini mencerminkan imbal hasil sekitar 7,86 persen per saham. Penentuan cum dividen dijadwalkan berlangsung pada tanggal 7 Juli nanti.
Pergerakan IHSG ke depan masih akan sangat dipengaruhi sentimen global. Investor disarankan tetap mencermati data ekonomi serta aksi korporasi emiten.
Segala analisis dalam artikel ini bersifat informatif bagi pembaca. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku pasar modal.











