Transformasi IT Tuntas, BSI Siap Kian Agresif Menjadi Raksasa Perbankan Nasional

Emanuel

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI resmi menuntaskan transformasi sistem teknologi informasi secara menyeluruh. Langkah strategis ini menjadi fondasi utama perusahaan dalam mengakselerasi bisnis sekaligus memperkuat layanan digital bagi nasabah.

Agenda transformasi besar ini dijalankan selama satu tahun terakhir dengan supervisi intensif dari Danantara. BSI kini menyatakan diri siap memasuki fase pertumbuhan baru untuk bersaing di level perbankan nasional.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa teknologi adalah kebutuhan vital di tengah digitalisasi industri keuangan. BSI kini telah menduduki posisi lima besar bank terbesar di Indonesia.

Ekspektasi nasabah terhadap layanan BSI pun semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan skala bisnis perusahaan. Pihak manajemen berkomitmen menyediakan sistem perbankan yang setara dengan bank-bank besar lainnya.

Transformasi ini menjadi langkah krusial mencapai visi Top 5 Global Islamic Bank pada 2030 mendatang. BSI juga menargetkan peningkatan jumlah nasabah hingga mencapai angka 40 juta orang.

Proses migrasi core banking dari R10 ke R24 rampung pada pertengahan Mei 2026. Proyek ini melibatkan 1.500 personel lintas fungsi di bawah pengawasan ketat OJK dan Danantara.

Hasilnya, efisiensi operasional perusahaan meningkat tajam hingga 80 persen dengan tingkat ketersediaan layanan mencapai 99,99 persen. Kapasitas sistem kini lebih mumpuni untuk mendukung inovasi fitur baru di aplikasi BYOND.

Saat ini, kapasitas sistem yang terpakai masih di bawah 10 persen. Hal ini membuka ruang luas bagi BSI untuk terus melakukan inovasi produk digital.

Kinerja keuangan BSI pun tercatat sangat solid hingga Mei 2026. Perusahaan membukukan laba bersih unaudited sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan.

Total aset perusahaan kini mencapai Rp444 triliun dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp372 triliun. Pembiayaan juga terjaga stabil di angka Rp335 triliun dengan kualitas yang tetap terkendali.

BSI juga mencatatkan keberhasilan melalui model bisnis dual licence, yakni bank syariah dan bank emas. Bank emas menjadi mesin pertumbuhan baru untuk menjangkau segmen pasar yang sebelumnya belum tergarap.

Hingga April 2026, jumlah nasabah BSI telah menembus angka 24 juta. Pengguna mobile banking juga tercatat lebih dari 10 juta dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun.

Ke depan, BSI optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional. Layanan keuangan yang modern, inklusif, dan kompetitif akan terus dikedepankan bagi seluruh nasabah.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All