Komisaris Utama Pertamina Tinjau Proyek Kilang Tuban Demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Heni Maulidya

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Selasa (30/6). Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional proyek vital berjalan optimal demi menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam lawatannya, Iriawan memantau langsung progres pembangunan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. Proyek Strategis Nasional ini dikelola oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.

Pembangunan kilang baru tersebut diintegrasikan dengan kompleks petrokimia berskala besar. Inisiatif ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar sekaligus mendukung sektor industri nasional.

Iriawan menegaskan bahwa NGRR Tuban merupakan aset nasional yang sangat krusial. Kehadirannya di lokasi bertujuan memastikan pengerjaan proyek tetap sesuai target waktu.

Pertamina berkomitmen penuh mengawal pembangunan ini agar memberikan manfaat maksimal bagi bangsa. Kemandirian energi menjadi fokus utama dalam setiap tahapan pengembangan fasilitas strategis tersebut.

Selain meninjau kilang, Iriawan juga mendatangi fasilitas PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama. Ia turut memeriksa kesiapan operasional Fuel Terminal Tuban dan Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur.

Fuel Terminal Tuban berfungsi sebagai pusat transit BBM yang sangat strategis. Fasilitas ini mengandalkan belasan tangki penyimpanan dengan kapasitas total mencapai 305.192 kiloliter.

Teknologi tangki tersebut dirancang khusus untuk menyesuaikan karakteristik penguapan berbagai produk BBM. Pengelolaan teknis yang tepat menjadi kunci dalam menjaga kualitas suplai bahan bakar.

Saat peninjauan, Iriawan menyaksikan langsung proses penyaluran harian di terminal tersebut. Tercatat volume throughput di fasilitas ini mencapai sekitar 27.000 kiloliter per hari.

Efektivitas operasional ini memastikan seluruh instrumen lapangan bekerja optimal dalam menjaga pasokan energi. Stabilitas stok BBM di berbagai wilayah menjadi prioritas utama perusahaan saat ini.

Secara geografis, Fuel Terminal Tuban kini menjadi poros energi bagi wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara. Lokasi ini juga berfungsi sebagai simpul logistik yang menghubungkan distribusi lintas regional.

Jangkauan distribusi terminal ini mencakup wilayah luas di Indonesia. Mulai dari Kalimantan Selatan, NTB, NTT, hingga Maluku dan Timor-Leste.

Pengawasan intensif ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi di tanah air. Sinergi antara proyek strategis dan infrastruktur distribusi menjadi tulang punggung kestabilan nasional.

Dengan pengawasan ketat, Pertamina optimis seluruh fasilitas dapat beroperasi dengan standar keamanan tinggi. Keandalan distribusi energi diharapkan terus terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All