Serangan Drone Rusia Hantam SPBU di Ukraina, Korban Tewas hingga Ibu Hamil Terluka

Emanuel

Gelombang serangan pesawat tak berawak milik Rusia kembali menerjang wilayah Ukraina. Kali ini, lima stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU menjadi sasaran utama.

Insiden mematikan tersebut menelan korban jiwa seorang wanita. Selain itu, tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka cukup serius.

Salah satu korban luka dalam peristiwa tersebut merupakan seorang wanita hamil. Serangan ini terjadi di wilayah tenggara Ukraina pada Rabu, 1 Juli 2026.

Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Ia menyebut seluruh SPBU yang diserang mengalami kerusakan parah hingga terbakar.

Kerangka bangunan SPBU hancur berantakan akibat hantaman drone. Situasi di lokasi kejadian tampak mencekam setelah serangan mendadak tersebut terjadi.

Selain di Dnipropetrovsk, Rusia juga melancarkan serangan serupa di wilayah utara. Sebanyak empat SPBU di Chernihiv dilaporkan terkena serangan dalam 24 jam terakhir.

Pihak otoritas Ukraina mencatat eskalasi serangan terhadap fasilitas bahan bakar terus meningkat. Insiden serupa terjadi hampir setiap hari di beberapa wilayah.

Lokasi yang kerap menjadi sasaran meliputi Zaporizhzhia, Sumy, Kharkiv, hingga Dnipropetrovsk. Serangan tersebut menyasar infrastruktur penting bagi mobilitas warga sipil setempat.

Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Serhiy Beskrestnov, memberikan tanggapan tegas. Ia menilai aksi Rusia ini merupakan upaya teror terhadap warga sipil.

Beskrestnov menegaskan bahwa SPBU sipil tidak memiliki kaitan dengan kebutuhan militer. Menurutnya, serangan ini adalah balasan atas operasi logistik Ukraina.

Di lokasi berbeda, Rusia juga menyerang bus penumpang di Kota Kherson. Insiden tersebut terjadi pada Rabu pagi waktu setempat.

Gubernur Kherson, Oleksandr Prokudin, melaporkan ada dua warga sipil yang tewas. Sebanyak sembilan orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan drone tersebut.

Kendaraan umum tersebut sedang mengangkut warga sipil saat serangan berlangsung. Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga non-kombatan di Ukraina.

Ketegangan di wilayah garis depan semakin memuncak seiring intensitas serangan udara. Masyarakat sipil kini menjadi pihak yang paling terdampak oleh eskalasi konflik.

Hingga saat ini, pemerintah Ukraina terus berupaya menangani kerusakan di lokasi terdampak. Tim penyelamat masih bekerja mengevakuasi korban dan memadamkan api di lokasi.

Situasi keamanan di berbagai wilayah Ukraina masih berada dalam status siaga tinggi. Ancaman drone menjadi risiko harian bagi penduduk di zona konflik.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All