Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait maraknya tindak kriminalitas yang mengancam stabilitas dan masa depan bangsa. Dalam pidatonya pada puncak perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), Presiden secara spesifik menyoroti penyalahgunaan narkotika, praktik korupsi, hingga fenomena judi online sebagai musuh utama yang harus segera ditumpas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa berbagai bentuk kejahatan tersebut tidak hanya merusak sendi-sendi moral masyarakat, tetapi juga menjadi penghambat besar bagi kemajuan ekonomi nasional. Kepala Negara menginstruksikan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketegasan dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks di era modern ini.
Narkotika dan judi online secara khusus disebut Presiden sebagai ancaman yang sangat merugikan bangsa. Menurutnya, dua hal ini merupakan racun bagi kehidupan sosial yang dampaknya bisa merembet hingga ke tingkat ekonomi keluarga, sehingga pemberantasannya harus dilakukan secara masif dan tanpa kompromi oleh aparat penegak hukum.
Lebih jauh, Presiden Prabowo memaparkan daftar panjang kejahatan yang kini menjadi perhatian serius pemerintah. Selain narkoba dan judi online, ia menyoroti maraknya tindak pidana di sektor sumber daya alam, seperti praktik pertambangan ilegal dan perkebunan tanpa izin yang merugikan keuangan negara. Tak ketinggalan, ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, penyelundupan, hingga praktik kejahatan kerah putih atau white collar crime yang kerap melibatkan aktor-aktor dengan pengaruh besar.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Polri selama setahun terakhir. Ia mencatat sejumlah keberhasilan signifikan, terutama dalam pengungkapan ribuan kasus narkotika serta upaya berkelanjutan dalam memutus rantai perjudian daring yang kian meresahkan masyarakat luas. Prestasi lain yang mendapat sorotan positif adalah keberhasilan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dengan mempertahankan nol insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir.
Meski memberikan pujian, Prabowo mengingatkan seluruh anggota Polri untuk tidak terjebak dalam rasa puas diri. Ia menekankan bahwa dinamika ancaman di lapangan terus berubah, menuntut institusi kepolisian untuk selalu adaptif, profesional, dan memiliki integritas tinggi. Tantangan ke depan dinilai akan jauh lebih berat, terutama karena masih banyak rakyat Indonesia yang berada dalam kondisi ekonomi sulit atau prasejahtera.
Menurut pandangan Presiden, kondisi kemiskinan yang masih dialami oleh sebagian masyarakat menjadi ladang subur bagi berkembangnya berbagai tindak kriminalitas. Oleh karena itu, Polri diharapkan mampu hadir sebagai pelindung sekaligus pengayom yang memahami denyut nadi kehidupan masyarakat, sehingga setiap tindakan penegakan hukum yang dilakukan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat kecil dan rasa keadilan sosial.
Perayaan HUT ke-80 Polri ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional yang menunjukkan sinergi antarlembaga negara. Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta istri Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah menambah kesan mendalam pada peringatan tersebut. Selain itu, jajaran pimpinan lembaga tinggi negara seperti Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, serta Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh turut hadir memberikan dukungan bagi institusi kepolisian.
Rangkaian acara Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara formal, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai agenda strategis. Mulai dari upacara parade, penganugerahan tanda kehormatan bagi personel berprestasi, hingga peragaan ketangkasan dan defile pasukan. Salah satu yang mencuri perhatian dalam perayaan kali ini adalah penyelenggaraan Expo Alut dan Alsus. Pameran ini menampilkan berbagai alat utama sistem persenjataan dan perlengkapan khusus hasil inovasi dalam negeri, yang menunjukkan kemandirian Polri dalam pengadaan teknologi pertahanan dan keamanan.
Sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memenangkan perang melawan kejahatan yang kian terorganisir. Presiden Prabowo menutup arahannya dengan harapan agar Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih modern, transparan, dan dicintai rakyat. Fokus pada pemberantasan korupsi dan kejahatan ekonomi diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di tengah tantangan global yang tidak menentu, komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban umum melalui penguatan peran Polri dipastikan akan tetap menjadi prioritas utama. Harapan besar kini berada di pundak korps Bhayangkara untuk terus membuktikan dedikasi mereka dalam melindungi bangsa dari segala bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, demi terciptanya Indonesia yang lebih aman, makmur, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.











