Peringatan Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan kepada Tiga Tokoh Polri

Danu Ilham

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada tiga purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Upacara sakral yang berlangsung di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026) tersebut menjadi momen bersejarah bagi institusi kepolisian yang kini memasuki usia delapan dekade pengabdian.

Tiga tokoh yang menerima pangkat kehormatan tersebut adalah mantan Ketua MPR RI periode 2013-2014 Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, mantan Ketua KPK periode 2015 Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, serta mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004-2009 Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi. Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi panjang mereka dalam menjaga keamanan dan mengabdi kepada bangsa.

Sosok Sidarto Danusubroto sendiri memiliki rekam jejak yang unik dalam sejarah Indonesia, di mana ia pernah mengemban tugas sebagai ajudan terakhir Presiden pertama RI Sukarno sejak 6 Februari 1967. Sementara itu, Taufiequrachman Ruki dan Taufiq Effendi juga dikenal luas atas kontribusi mereka dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta penegakan hukum di Indonesia selama masa tugasnya masing-masing.

Di tengah suasana khidmat upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat penting terkait tantangan keamanan masa depan. Kepala Negara menekankan bahwa Polri harus melakukan transformasi cara kerja yang signifikan agar mampu mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi. Menurut Presiden, ancaman kejahatan di era modern tidak lagi bersifat konvensional, melainkan telah beradaptasi dengan kemajuan digital yang sering kali disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Presiden Prabowo secara tegas memetakan berbagai ancaman yang kini menjadi perhatian serius pemerintah, mulai dari tindak pidana narkotika hingga kejahatan siber. Ia menyebutkan bahwa judi online, perdagangan orang, terorisme, hingga korupsi merupakan musuh nyata yang merugikan kedaulatan bangsa. Selain itu, praktik ilegal di sektor ekonomi seperti pertambangan tanpa izin, perkebunan ilegal, serta tindak pidana kerah putih atau white collar crime menjadi sorotan tajam dalam pidato tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis yang dijalankan Polri bersama kementerian serta lembaga terkait. Ia menyoroti keberhasilan aparat dalam mengungkap ribuan kasus narkotika serta sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memberantas maraknya praktik judi online. Capaian positif lainnya yang turut mendapat pujian adalah kemampuan Polri dalam mempertahankan kondisi nol insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Presiden mengingatkan seluruh jajaran kepolisian untuk tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa dampak dari korupsi dan penyelundupan masih menjadi penghambat utama bagi upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut Prabowo, rakyat masih menanggung beban ekonomi yang berat sebagai akibat langsung dari berbagai kegiatan ilegal yang merusak tatanan ekonomi nasional.

Menanggapi arahan tersebut, institusi Polri menyatakan kesiapan penuh untuk melakukan adaptasi teknologi serta meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum. Penata Kehumasan Utama Polri Tk II Brigjen Pol. Dicky Sondani menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni Polri untuk Masyarakat, menjadi semangat utama dalam menjalankan tugas ke depan. Polri berkomitmen untuk hadir sebagai penjaga keamanan dalam negeri yang semakin Presisi dan adaptif terhadap kebutuhan publik.

Dicky Sondani menambahkan bahwa usia ke-80 tahun menjadi momentum refleksi bagi institusi Polri untuk menjadi organisasi yang lebih terbuka terhadap kritik dan koreksi masyarakat. Kedewasaan usia ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh anggota kepolisian untuk bekerja lebih humanis, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap tindakan di lapangan.

Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam perayaan ini juga dimaknai sebagai dukungan moril yang besar bagi korps Bhayangkara. Sebagai institusi yang berada langsung di bawah kewenangan presiden, Polri menegaskan loyalitas mutlak kepada pimpinan negara serta komitmen untuk menyelaraskan seluruh kebijakan operasional dengan visi pemerintah pusat dalam menciptakan keamanan yang kondusif.

Untuk mewujudkan pelayanan yang lebih cepat dan transparan bagi masyarakat, Polri kini tengah mengoptimalkan berbagai layanan digital serta saluran komunikasi. Langkah ini mencakup penguatan operasional Call Center 110, sistem SKCK Online, saluran pengaduan Propam yang lebih mudah diakses, hingga pembentukan Direktorat Siber di setiap kepolisian daerah. Upaya-upaya ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan agar Polri tetap relevan dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat luas di masa depan.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas ini pun ditutup dengan penegasan bahwa Polri tidak hanya akan menjadi penegak hukum yang tegas, tetapi juga mitra masyarakat yang siap berkolaborasi dalam membangun negeri yang lebih maju dan aman. Dengan semangat baru, Polri melangkah menuju dekade berikutnya dengan tekad untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pengabdian terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All